RADAR BOGOR - Ada perasaan haru yang menyertai langkah Ahmad Baedowi, saat menerima amanah baru sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor.
Bagi pria yang akrab disapa pak Dowi itu, penugasan tersebut bukan sekadar perpindahan tempat kerja.
Parungpanjang merupakan tanah kelahirannya, sekaligus tempat yang menyimpan banyak kenangan masa kecil dan masa mudanya.
Baca Juga: Juventus Buka Lagi Negosiasi Sorloth Usai Spalletti Kritik Lini Depan
Setelah puluhan tahun menjalankan tugas di sejumlah wilayah lain, Ahmad Baedowi akhirnya kembali mengabdi di kampung halamannya sendiri.
“Alhamdulillah saat ini saya dapat amanah tugas jadi Kepala KUA Parungpanjang. Ini sebuah anugerah yang amat saya syukuri. Karena saya jadi pulang kampung, setelah sekian puluh tahun menjalankan tugas di sejumlah kecamatan lainnya,” ujar Ahmad Baedowi kepada Radar Bogor, Selasa, 25 Agustus 2026.
Amanah di Penghujung Masa Pengabdian
Ahmad Baedowi menyebut, penempatan sebagai Kepala KUA Parungpanjang menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Agama.
Ia menganggap, amanah tersebut datang pada fase akhir masa tugasnya sebelum memasuki masa purna pada 2030 mendatang.
Baca Juga: Bansos PPSE Cair Agustus 2026, Ini 3 Rekomendasi Usaha yang Bisa Dicoba
Karena itu, ia ingin menjalankan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Selama bertugas di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Ahmad Baedowi sebelumnya telah ditempatkan di sejumlah kecamatan, di antaranya Rumpin dan Jasinga.
Kini, setelah melewati berbagai tempat penugasan, ia mendapat kesempatan kembali ke daerah asalnya.
“Semua tugas itu bagian dari pengabdian saya sebagai abdi masyarakat. Sekarang saya kembali ke Parungpanjang. Semoga semuanya berjalan lancar, sinergi lintas sektoral akan semakin terjalin,” katanya.
Sepeda Ontel Ayah Jadi Teman Bertugas
Ada satu hal menarik yang membuat kepulangan Ahmad Baedowi ke Parungpanjang terasa semakin istimewa.
Ia berencana, menggunakan sepeda ontel milik almarhum ayahnya, Haji Sairun, untuk berangkat menjalankan tugas sehari-hari di KUA Kecamatan Parungpanjang.
Sepeda tersebut bukan sekadar alat transportasi bagi Ahmad Baedowi.
Ada sejarah keluarga dan kenangan pengabdian sang ayah yang melekat pada sepeda tersebut.
Haji Sairun diketahui pernah bertugas di KUA Parungpanjang sekitar 1971.
Karena itu, Ahmad Baedowi ingin menggunakan kembali sepeda peninggalan ayahnya sebagai bentuk penghormatan sekaligus napak tilas perjalanan sang ayah.
Baca Juga: Cari Potensi Pendapatan Baru untuk Daerah, Data Tanah Warga Kota Bogor Bakal Dicocokkan dengan Pajak
“Ya, saya akan bertugas setiap hari pakai sepeda ontel warisan almarhum Bapak saya, Haji Sairun. Ini merupakan bentuk penghormatan serta napak tilas beliau sebagai pegawai KUA,” ungkap Ahmad Baedowi dengan nada haru dan bangga.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi simbol, pengabdian di KUA Parungpanjang seolah menjadi sebuah perjalanan yang kembali mempertemukan generasi dalam satu tempat.
Disambut Hangat Praktisi Pendidikan Madrasah
Kehadiran Ahmad Baedowi sebagai Kepala KUA Kecamatan Parungpanjang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Kalangan praktisi pendidikan madrasah juga menyambut baik penugasan tersebut.
Salah satunya Ahyani, Kepala MTs Al Makmur Parungpanjang sekaligus Ketua Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah Kecamatan Parungpanjang dan Tenjo.
Menurut Ahyani, Ahmad Baedowi dikenal sebagai sosok sederhana dan humoris. Kemampuannya berinteraksi dengan berbagai kalangan membuatnya dinilai mudah diterima masyarakat.
“Selamat datang dan bertugas sekaligus selamat pulang ke kampung halaman buat Bapak Ahmad Baedowi. Kami senang dan bersyukur beliau mendapat amanah jadi Kepala KUA Parungpanjang,” ujar Ahyani.
Diharapkan Perkuat Sinergi di Parungpanjang
Ahyani menilai, sosok Ahmad Baedowi selama ini juga menjadi salah satu panutan bagi para praktisi pendidikan di lingkungan madrasah.
Sikapnya yang terbuka dan mampu membangun komunikasi dengan berbagai kelompok dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama antara KUA, madrasah, masyarakat, serta unsur pemerintahan lainnya.
“Kami tentu sangat apresiasi dan gembira dengan penugasan beliau sebagai Kepala KUA Parungpanjang. Semoga sinergitas dalam semua kegiatan bisa makin baik dan bisa membuat Parungpanjang makin maju,” kata Ahyani.
Bagi Ahmad Baedowi, kembali ke Parungpanjang bukan hanya tentang pulang ke tempat kelahiran.
Baca Juga: Bansos Senilai Rp5 Juta Cair, Ini Cara Ajukan PPSE 2026
Ada sejarah keluarga, perjalanan panjang pengabdian, dan harapan untuk melanjutkan nilai-nilai yang pernah ditanamkan orang tuanya.
Dengan sepeda ontel peninggalan sang ayah yang kembali mengayuh di jalan-jalan Parungpanjang, Ahmad Baedowi kini memulai babak baru pengabdiannya di tanah kelahiran sendiri. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti