Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Bapperida Kabupaten Bogor dan menjadi bagian dari rangkaian kompetisi yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11 sejak pertama kali dilaksanakan pada 2016.
Pelaksanaan kompetisi secara konsisten selama lebih dari satu dekade menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membangun budaya riset, kreativitas, dan inovasi sebagai bagian dari proses pembangunan daerah.
Pada seleksi tahun ini, keterlibatan generasi muda mendapat perhatian khusus. Sebanyak 93 inovasi yang dikembangkan pelajar SMP dan SMA/SMK turut mengikuti Seleksi Tahap III dari total 248 inovasi yang lolos ke tahapan tersebut. Jumlah itu terdiri atas 50 inovasi dari kategori pelajar SMP dan 43 inovasi dari kategori SMA/SMK.
Baca Juga: Respons Cepat Damkar Sentul City, Kebakaran TPS Sumur Batu Bogor Berhasil Dikendalikan
Kepala Bapperida Kabupaten Bogor Bam Bam Setia Aji, melalui Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Ratna Pratini, memberikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi pelajar.
Menurutnya, keterlibatan tersebut menunjukkan mulai berkembangnya budaya inovasi di lingkungan pendidikan. Para siswa tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan, tetapi juga dilatih memahami persoalan di sekitar mereka dan merancang solusi melalui karya inovatif.
Ratna menjelaskan bahwa kompetisi tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang. Para peserta juga memperoleh pengalaman dalam mengidentifikasi masalah, menjelaskan cara kerja inovasi, menyampaikan manfaat yang dihasilkan, serta mempertanggungjawabkan gagasan di hadapan dewan juri.
“Karena itu, sampaikan inovasi kalian dengan percaya diri, ceritakan apa masalah yang ingin diselesaikan, bagaimana inovasinya bekerja, dan manfaat apa yang dapat diberikan. Jangan takut dengan pertanyaan dari juri, karena setiap pertanyaan dan masukan merupakan bagian dari proses belajar,” ujar Ratna.
Proses tersebut dinilai dapat meningkatkan keberanian, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan komunikasi para pelajar.
Ia juga mendorong peserta agar tidak berhenti berkarya setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, ide yang muncul dari para siswa perlu terus dikembangkan dan disempurnakan agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta berpotensi menjadi solusi bagi persoalan di masyarakat.
Pada Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026, tercatat sebanyak 252 inovasi melakukan pendaftaran. Dari jumlah tersebut, 248 inovasi dinyatakan melanjutkan ke Seleksi Tahap III.
Selain kategori pelajar, peserta kompetisi berasal dari berbagai unsur. Sebanyak 32 inovasi berasal dari SKPD, 21 inovasi dari kecamatan, 26 inovasi dari masyarakat, 42 inovasi dari puskesmas, 15 inovasi dari perguruan tinggi, serta 19 inovasi dari Duta Inovasi Desa.
Keberagaman tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan inovasi di Kabupaten Bogor tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintahan, tetapi juga tumbuh di sektor kesehatan, pendidikan, masyarakat, perguruan tinggi, hingga pemerintahan desa.
Memasuki tahun ke-11 penyelenggaraan, Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor terus diarahkan agar tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Bapperida mendorong setiap peserta untuk menerapkan, mengembangkan, dan menyempurnakan inovasi yang telah dibuat sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Khusus bagi pelajar, kompetisi ini menjadi sarana untuk membangun pola pikir inovatif sejak dini. Melalui proses tersebut, mereka memperoleh kesempatan untuk mengenali persoalan, merumuskan gagasan, menguji solusi, serta belajar menyampaikan hasil pemikirannya dengan percaya diri.
Dengan semakin luasnya keterlibatan generasi muda, berbagai ide sederhana yang lahir dari lingkungan pendidikan diharapkan dapat berkembang menjadi inovasi yang mampu menghadirkan perubahan positif dan memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Bogor.
Editor : Eka Rahmawati