RADAR BOGOR - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor melaksanakan seleksi tahap III Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026. Tahapan tersebut diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.
Seleksi berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Kamis, bertempat di Kantor Bapperida Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11.
Keberlanjutan kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam membangun ekosistem yang mendorong kreativitas dan inovasi. Melalui kegiatan ini, berbagai gagasan baru diharapkan dapat tumbuh dan menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Baca Juga: 93 Inovasi Pelajar Ikuti Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026
Keterlibatan generasi muda juga terlihat cukup besar dalam pelaksanaan seleksi tahun ini. Sebanyak 93 inovasi yang dikembangkan oleh pelajar SMP serta SMA/SMK berhasil masuk dalam seleksi tahap III. Jumlah tersebut menjadi bagian dari keseluruhan 248 inovasi yang melanjutkan proses seleksi pada tahapan tersebut.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Bogor, Ratna Pratini, mengapresiasi tingginya antusiasme pelajar yang turut ambil bagian dalam kompetisi. Menurutnya, keterlibatan tersebut menjadi indikasi bahwa semangat berinovasi mulai berkembang di lingkungan sekolah.
Ratna menjelaskan bahwa para peserta tidak hanya diarahkan untuk menciptakan gagasan baru, tetapi juga diajak memahami berbagai persoalan yang terdapat di lingkungan sekitar. Dari pemahaman tersebut, para pelajar kemudian ditantang untuk merancang inovasi yang dapat menjadi alternatif solusi.
Ia menekankan bahwa kompetisi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian sebagai pemenang. Para pelajar juga mendapatkan pengalaman untuk mengidentifikasi persoalan, menyusun solusi, serta mempresentasikan gagasan secara percaya diri.
Dalam proses penilaian, peserta diharapkan mampu menjelaskan permasalahan yang hendak diselesaikan, mekanisme kerja inovasi, serta manfaat yang dapat dihasilkan.
"Kompetisi ini bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang belajar melihat masalah dan berani menghadirkan solusi," kata Ratna.
Menurut Ratna, sesi presentasi di hadapan dewan juri juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta. Melalui sesi tersebut, pelajar dapat mengasah kemampuan mengomunikasikan gagasan sekaligus belajar merespons berbagai pertanyaan maupun masukan yang diberikan oleh para juri.
Pengalaman selama kompetisi dinilai dapat membantu membentuk karakter generasi muda yang lebih berani mengambil langkah, memiliki pola pikir kreatif, serta mampu mencari jalan keluar terhadap persoalan yang ditemui di lingkungan mereka.
Ratna juga berharap semangat berkarya para peserta tidak berakhir setelah seluruh rangkaian kompetisi selesai. Ia mendorong para pelajar untuk terus mengembangkan gagasan, menghasilkan karya baru, dan mempertahankan kebiasaan berinovasi karena perubahan besar dapat berawal dari ide sederhana yang dikembangkan secara konsisten.
Berdasarkan data penyelenggara, Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor 2026 menerima 252 inovasi yang didaftarkan oleh peserta. Setelah melalui tahapan sebelumnya, sebanyak 248 inovasi berlanjut ke seleksi tahap III. Dari jumlah tersebut, 50 inovasi berasal dari kategori pelajar SMP, sedangkan 43 inovasi lainnya dikembangkan oleh pelajar SMA/SMK.
Peserta kompetisi tidak hanya berasal dari kalangan pelajar. Terdapat pula enam kategori lain yang ikut berpartisipasi, yakni perangkat daerah (SKPD) dengan 32 inovasi, kecamatan sebanyak 21 inovasi, masyarakat umum sebanyak 26 inovasi, puskesmas sebanyak 42 inovasi, perguruan tinggi sebanyak 15 inovasi, serta duta inovasi desa sebanyak 19 inovasi.
Keragaman latar belakang peserta tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas inovasi di Kabupaten Bogor tidak hanya berkembang di satu sektor. Pengembangan gagasan dan solusi berlangsung di berbagai lingkungan, mulai dari pemerintahan, layanan kesehatan, masyarakat, perguruan tinggi, institusi pendidikan hingga pemerintahan desa.
Bapperida Kabupaten Bogor berharap berbagai inovasi yang dihasilkan melalui kompetisi tersebut dapat terus dikembangkan setelah perlombaan berakhir. Peserta didorong untuk menerapkan, memperbaiki, dan menyempurnakan inovasi masing-masing agar tidak berhenti sebagai karya kompetisi, melainkan mampu memberikan dampak serta manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.(abl)
Editor : Eka Rahmawati