RADAR BOGOR – Tim PPK ORMAWA HMA Unpak Bogor menghadirkan aplikasi bernama PANTAU yang dirancang untuk memudahkan Kelompok Tani Sugihmukti 1 dalam mengelola kegiatan budidaya secara lebih praktis dan terukur.
Aplikasi PANTAU mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), serta sistem pencatatan keuangan untuk membantu petani memantau kondisi lahan sekaligus mengelola berbagai kebutuhan usaha tani.
Aplikasi PANTAU Bisa Pantau Kelembapan dan pH Tanah
Saat pertama kali membuka aplikasi PANTAU, petani akan menemukan halaman dashboard.
Melalui halaman tersebut, pengguna dapat melihat informasi mengenai kondisi kelembapan dan pH tanah pada bedeng yang sedang dipilih.
Petani juga dapat mengatur penempatan perangkat sensor berdasarkan bedeng tertentu.
Selain itu, aplikasi memungkinkan pengguna mengelola siklus tanam atau musim berdasarkan masa panen komoditas.
Baca Juga: Apakah PPPK Bisa Berubah Status Jadi PNS? Cek Fakta, Syarat dan Penjelasannya
Sistem tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi budidaya cabai jawa, tetapi dapat digunakan untuk pengelolaan berbagai komoditas pertanian.
PANTAU Manfaatkan Teknologi IoT
Dalam pengembangan perangkat IoT, tim PPK ORMAWA HMA menggunakan sejumlah komponen untuk membaca kondisi tanah dan mengirimkan data ke sistem aplikasi.
Perangkat yang digunakan meliputi:
- ESP32
- Modul LoRa RA-02 SX1278 433MHz
- Sensor kelembapan tanah kapasitif
- Sensor pH tanah
- Panel surya 10W
- Solar Charge Control
- Buck Converter
- Kabel jumper
- Accu
Cara kerja sistem dimulai ketika sensor kelembapan dan pH tanah yang berfungsi sebagai transmitter ditancapkan ke dalam tanah.
Sensor kemudian membaca kondisi tanah dan menghasilkan data. Informasi tersebut dikirimkan menuju receiver menggunakan sistem komunikasi yang tersedia.
Selanjutnya, receiver meneruskan data hasil pembacaan menuju database aplikasi PANTAU.
Data yang telah tersimpan kemudian ditampilkan pada dashboard sehingga petani dapat memantau kondisi lahan melalui aplikasi.
Ada Fitur Scan Hama Berbasis AI
PANTAU tidak hanya digunakan untuk memonitor kondisi tanah. Aplikasi tersebut juga memiliki fitur scan hama yang dapat membantu petani mengidentifikasi penyakit pada tanaman cabai jawa.
Diagnosis dilakukan dengan memanfaatkan teknologi AI melalui pemindaian foto. Petani dapat menggunakan fitur tersebut sebagai langkah awal untuk mengetahui kemungkinan penyakit yang menyerang tanaman.
Kehadiran fitur ini diharapkan dapat membantu petani memperoleh informasi lebih cepat ketika menemukan gangguan pada tanaman.
Baca Juga: Dapoer Buna, Jajanan Hidden Gem Bumbu Medok di Cibungbulang
Petani Bisa Menghitung HPP dan Proyeksi Laba Rugi
Fitur lainnya terdapat pada halaman accounting atau akuntansi. Menu ini dirancang untuk membantu petani mencatat dan mengelola alokasi modal serta berbagai pengeluaran usaha tani secara lebih terstruktur.
Tidak hanya sekadar mencatat biaya, aplikasi PANTAU juga dapat membantu menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara otomatis.
Perhitungan tersebut dilakukan berdasarkan keseluruhan pengeluaran yang telah dimasukkan, hasil panen, serta informasi harga jual.
Petani juga dapat menentukan titik balik modal atau break even point berdasarkan hasil panen dan harga jual.
Laporan proyeksi laba rugi yang telah dibuat juga dapat disimpan dalam bentuk file PDF. Dokumen tersebut bisa digunakan sebagai arsip pribadi maupun dicetak ketika diperlukan.
Ada Pengingat Jadwal Kerja dan Rekomendasi Pupuk
Aplikasi PANTAU turut menyediakan halaman kegiatan untuk membantu petani mengatur berbagai aktivitas dan jadwal kerja.
Fitur tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pengingat pekerjaan. Petani akan memperoleh notifikasi alarm pada ponsel satu hari sebelum jadwal kegiatan atau pekerjaan pertanian dilaksanakan.
Pada halaman yang sama, petani juga bisa mendapatkan rekomendasi atau saran penggunaan pupuk untuk setiap bedeng.
Rekomendasi tersebut disusun berdasarkan informasi kondisi kelembapan dan pH tanah yang telah dibaca oleh sensor.
PANTAU Sediakan Edukasi Budidaya Cabai Jawa
Untuk mendukung peningkatan pengetahuan petani, PANTAU juga menyediakan halaman edukasi.
Baca Juga: KPM PKH Wajib Tahu Tahap 3 Belum Berakhir, Tapi Status Data Bisa Menentukan Kelanjutan Bansos
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat mengakses panduan budidaya cabai jawa serta e-modul yang berisi materi terkait proses budidayanya.
Selain materi pembelajaran, tersedia pula kumpulan pertanyaan yang sering muncul dalam kegiatan budidaya cabai jawa.
Dengan begitu, petani dapat memperoleh referensi ketika menghadapi berbagai persoalan selama proses budidaya.
Aplikasi ini juga menyediakan informasi kontak pendamping lapangan yang dapat dihubungi untuk berkonsultasi apabila petani membutuhkan bantuan dalam menangani kendala pada tanaman cabai jawa.
Aplikasi PANTAU menjadi salah satu inovasi digital yang dirancang untuk membantu Kelompok Tani Sugihmukti 1 menjalankan kegiatan pertanian secara lebih terarah dan efisien. (***)
Editor : Yosep Awaludin