RADAR BOGOR - Kerawanan di Jalan Raya Cilebut akhirnya mendapat perhatian. Pemkot Bogor janji bakal melakukan penataan di lokasi tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Juniarti Estiningsih berencana untuk melakukan peninjauan titik-titik rawan kecelakaan yang ada di Jalan Raya Cilebut.
“Iya begitu,” kata Esti saat ditanya soal rencana penyisiran titik rawan di Jalan Raya Cilebut, Kamis 27 Agustus 2026 siang.
Ke depan Pemkot Bogor akan memasang pembatas jalan berupa guadrail disisi kiri Jalan Raya Cilebut. Langkah ini diharap dapat menekan angka kecelakaan.
“Nanti dipasang guardrail di tepi jalan, mencegah kendaraan jatuh ke jurang,” kata Esti dikonfirmasi lebih lanjut.
Namun Esti belum merinci kapan rencana tersebut dilakukan. Ia hanya memastikan Pemkot Bogor tidak pernah tinggal diam dalam menampung keluhan warganya.
Baca Juga: Cek Kriteria Spesifik Penerima Beras 30 Kg dan KPM BPNT Cair Lebih Besar dari Biasanya
Kecelakaan di Jalan Raya Cilebut memang bukan hal aneh. Dalam setahun sudah ada tiga peristiwa kendaraan yang terperosok ke jurang saat melintas di lokasi tersebut.
Teranyar persitiwa itu terjadi pada Rabu 26 Agustus 2026. Mobil Daihatsu Sigra ‘nyungseb’ ke jurang setelah ban depannya terpeleset ke sisi jalan.
Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Sonson mengatakan sopir berinisial A ia merupakan warga Leuwiliang yang berprofesi sebagai driver online.
Ia saat itu tengah membaaa penumpang yang diangkutnya dari Jalan Sholeh Iskandar menuju Cilebut. Di perjalanan sopir dalam keadaan mengantuk.
“Iya karena keterangannya mengantuk, kemudian ban yang depan terpleset ke bahu jalan sehingga mobil masuk ke dalam jurang,” ujar Sonson.
Hasil perhitungan kasarnya tinggi jurang mencapai 9 hingga 10 meter. Beruntung penumpang dan sopir berhasil terselamatkan.
“Namun ada luka benturan saja karena kedalaman mobil tersebut ke dalam jurang itu kurang lebih antara 9 sampai 10 meter,” pungkasnya. (bay)
Editor : Yosep Awaludin