Polres Bogor Gandeng Ojol Perkuat Kamtibmas, Edukasi Safety Riding hingga Layanan SIM di Pakansari

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Silaturahmi Mitra Ojol Kamtibmas yang digelar Polres Bogor di GOR Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis 27 Agustus 2026.
Silaturahmi Mitra Ojol Kamtibmas yang digelar Polres Bogor di GOR Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis 27 Agustus 2026.

RADAR BOGOR – Pengemudi ojek online (ojol) dinilai memiliki peran penting dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Bogor.

Mobilitas mereka yang tinggi membuat para pengemudi ojol bersentuhan langsung dengan berbagai situasi di tengah masyarakat.

Melihat potensi tersebut, Polres Bogor memperkuat sinergi dengan komunitas ojol melalui kegiatan Silaturahmi Mitra Ojol Kamtibmas yang berlangsung di GOR Pakansari, Kabupaten Bogor, Kamis 27 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pengemudi ojol, termasuk mitra Gojek, bersama jajaran Satlantas Polres Bogor.

Pertemuan dikemas tidak hanya sebagai ajang mempererat hubungan, tetapi juga menjadi ruang edukasi, pelayanan publik, dan pertukaran informasi mengenai situasi keamanan di wilayah Kabupaten Bogor.

Sejumlah kegiatan turut digelar, mulai dari edukasi keselamatan berkendara atau safety riding, pelayanan SIM keliling, pelatihan pertolongan hidup dasar, hingga diskusi santai bersama para pengemudi ojol.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara, Kejari Tegaskan Tak Ada Penyitaan Rumah Tersangka

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., yang tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut, menyampaikan pesan agar komunitas ojol terus menjadi bagian dari mitra strategis kepolisian dalam menciptakan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Menurutnya, aktivitas pengemudi ojol yang hampir setiap hari berada di berbagai titik wilayah Kabupaten Bogor membuat mereka memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi yang terjadi di lapangan.

“Mobilitas rekan-rekan ojol sangat tinggi. Setiap hari mereka berinteraksi dengan masyarakat dan melintas di banyak wilayah. Karena itu, keberadaan komunitas ojol dapat menjadi kekuatan penting bagi kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” pesan Wikha.

Ia menegaskan bahwa menciptakan keamanan bukan semata-mata tugas kepolisian.

Peran masyarakat dibutuhkan agar berbagai potensi gangguan dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti dengan cepat.

“Polisi memiliki keterbatasan untuk berada di seluruh lokasi secara bersamaan. Karena itu, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam memberikan informasi awal mengenai situasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujarnya.

Wikha juga meminta para pengemudi ojol untuk tidak mengambil tindakan sendiri ketika menemukan persoalan di jalan maupun lingkungan sekitar.

Apabila menemukan tawuran, kecelakaan, keributan, dugaan tindak kriminal, atau kondisi lain yang dapat memicu gangguan keamanan, para pengemudi diimbau segera menghubungi pihak kepolisian.

“Ketika menemukan kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, segera sampaikan kepada petugas. Jangan mengambil langkah sendiri karena dikhawatirkan justru membuat situasi semakin rumit. Penanganan selanjutnya biarkan dilakukan kepolisian sesuai aturan dan kewenangan yang berlaku,” katanya.

Menurutnya, kecepatan dalam menyampaikan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah suatu persoalan berkembang menjadi lebih besar.

Baca Juga: NOSFEST 2026 Siap Guncang Bogor, Ungu hingga Padi Reborn Masuk Lineup

“Informasi yang diterima lebih awal akan memberikan kesempatan bagi petugas untuk melakukan langkah antisipasi dan penanganan lebih cepat. Kami ingin komunikasi antara polisi dan komunitas ojol berjalan terbuka, cepat, serta tetap bertanggung jawab,” tutur Wikha.

Ia pun memberikan apresiasi kepada para pengemudi ojol yang selama ini ikut berkontribusi menjaga suasana tetap kondusif di lingkungan masyarakat.

Kapolres berharap hubungan yang dibangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada acara seremonial, tetapi berlanjut menjadi komunikasi yang aktif dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari komunikasi yang semakin kuat. Kepedulian terhadap kondisi lingkungan harus terus dibangun sehingga kepolisian bersama komunitas ojol dapat menciptakan Kabupaten Bogor yang aman, tertib, dan nyaman,” ungkapnya.

Polisi Dorong Komunikasi Dua Arah dengan Komunitas Ojol

Kasat Lantas Polres Bogor AKP Afif Widhi Ananto menjelaskan, kegiatan bersama komunitas ojol merupakan salah satu langkah kepolisian dalam memperkuat pendekatan preventif.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui kombinasi edukasi, pelayanan masyarakat, serta komunikasi langsung dengan kelompok yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.

“Pengemudi ojol memiliki aktivitas yang sangat dinamis. Mereka berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan berinteraksi dengan banyak orang. Kondisi ini membuat mereka memiliki peluang besar untuk menjadi mitra kepolisian, baik dalam aspek keselamatan berlalu lintas maupun menjaga kamtibmas,” kata Afif.

Ia mengatakan, kemitraan antara polisi dan pengemudi ojol tidak seharusnya hanya dipandang dari sisi hubungan sebagai aparat dengan pengguna jalan.

Lebih jauh, komunikasi yang terjalin dapat dimanfaatkan sebagai sarana pencegahan terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Kami ingin komunikasi berjalan dua arah. Kepolisian memberikan pengetahuan, edukasi, dan pelayanan, sedangkan masyarakat dapat menyampaikan informasi mengenai situasi yang mereka temui. Dengan komunikasi seperti itu, informasi dapat diterima lebih cepat dan masyarakat juga memahami langkah yang tepat ketika menghadapi persoalan,” jelasnya.

Baca Juga: Roadshow Honda DBL with Kopi Good Day West Java West, Tim Basket SMAN 7 Kota Bogor Siap Tempur

Selain kamtibmas, aspek keselamatan berkendara menjadi perhatian karena para pengemudi ojol menghabiskan banyak waktu di jalan raya.

Afif menekankan bahwa safety riding bukan sekadar kewajiban untuk menghindari pelanggaran lalu lintas, melainkan bagian dari pembentukan budaya keselamatan.

“Keselamatan berkendara harus menjadi kesadaran pribadi. Hal sederhana yang dilakukan seorang pengendara di jalan bisa berdampak terhadap keselamatan dirinya maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Para pengemudi juga diingatkan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kendaraan dalam kondisi layak, menaati rambu serta marka jalan, tidak memainkan telepon seluler saat berkendara, dan menyesuaikan kecepatan dengan situasi jalan.

Menurut Afif, kepatuhan akan jauh lebih efektif apabila lahir dari kesadaran, bukan semata-mata karena kekhawatiran mendapatkan sanksi.

“Yang kami dorong adalah kesadaran bahwa keselamatan merupakan kebutuhan setiap pengendara. Ketika keselamatan sudah menjadi budaya, menaati aturan lalu lintas akan menjadi kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Ia juga meminta komunitas ojol tetap aktif berkomunikasi dengan kepolisian apabila menemukan kejadian atau persoalan di wilayah masing-masing.

Namun, informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan keresahan.

“Silakan memberikan informasi kepada kami, tetapi pastikan informasi tersebut objektif dan tidak berasal dari kabar yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai informasi yang seharusnya membantu justru menjadi pemicu masalah atau provokasi baru,” tegas Afif.

Pengemudi Ojol Apresiasi Ruang Komunikasi dengan Polisi

Salah seorang pengemudi ojol, Saipul, mengaku kegiatan serupa bukan kali pertama diikutinya.

Baca Juga: Pria Berhelm Bawa Sajam saat Aksi Demo di Depan Gedung DPR RI Diamankan

Ia tercatat sudah tiga kali mengikuti agenda yang mempertemukan komunitas ojol dengan kepolisian.

Menurut Saipul, kegiatan tersebut memberikan manfaat karena membuka akses komunikasi yang lebih mudah antara pengemudi ojol dan aparat kepolisian.

“Bagi kami kegiatan seperti ini penting. Kami bisa lebih mudah berkomunikasi dengan polisi, terutama ketika ada kejadian di wilayah. Kalau ada informasi, kami bisa segera menyampaikannya,” ujar Saipul.

Kegiatan Silaturahmi Mitra Ojol Kamtibmas di GOR Pakansari tersebut menjadi salah satu upaya Polres Bogor memperluas jejaring kemitraan dengan masyarakat.

Tidak hanya membahas keamanan, kegiatan juga memberikan manfaat praktis melalui edukasi keselamatan berlalu lintas, layanan SIM keliling, hingga pelatihan pertolongan hidup dasar.

Bagi kepolisian, komunitas ojol dapat menjadi salah satu mata dan telinga di lapangan karena aktivitas mereka yang menjangkau banyak wilayah.

Sementara bagi pengemudi ojol, kemitraan tersebut menjadi ruang untuk mendapatkan edukasi, pelayanan, sekaligus berpartisipasi secara langsung dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kabupaten Bogor.

Dengan komunikasi yang cepat, akurat, dan bertanggung jawab, kolaborasi antara Polres Bogor dan komunitas ojol diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini serta mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas sejak awal. (***)

Editor : Yosep Awaludin
kamtibmas ojol polres bogor