RADAR BOGOR – Di tengah suasana duka akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kehadiran personel Polisi Baik Polres Bogor membawa suasana berbeda bagi anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.
Tim Polisi Baik Polres Bogor memberikan pendampingan psikososial melalui kegiatan trauma healing kepada anak-anak yang terdampak bencana.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu mereka melewati rasa takut dan kecemasan setelah mengalami situasi bencana.
Sebanyak 30 anak korban bencana yang berada di Posko Pengungsian Kisol, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur, menjadi sasaran kegiatan pemulihan trauma tersebut. Kegiatan dipimpin personel Polres Bogor, Brigadir Carolina.
Tim Polisi Baik yang terdiri dari IPDA Rohadi, Brigadir Carolina, dan Briptu Ria Fauzi mendapat sambutan hangat dari anak-anak di pengungsian.
Kehadiran mereka membuat suasana posko menjadi lebih ceria dan penuh antusiasme.
Baca Juga: Jumat Berkah, Tidak Ada PHK PPPK dan Paruh Waktu hingga Peluang Seleksi CPNS 2027
Di Posko Kisol, Brigadir Carolina bersama tim mengajak anak-anak mengikuti sejumlah aktivitas interaktif.
Kegiatan diisi dengan bernyanyi bersama, doa, tanya jawab dengan hadiah, serta berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk menghibur sekaligus memberikan stimulasi positif kepada anak-anak.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Bogor berupaya membantu anak-anak memulihkan kondisi psikologis mereka setelah menghadapi bencana.
Pendampingan diharapkan dapat mengurangi rasa cemas dan pengalaman traumatis agar tidak berlarut-larut hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyampaikan apresiasi kepada jajaran personelnya yang memiliki kepedulian terhadap kondisi psikologis anak-anak korban bencana dengan menginisiasi kegiatan trauma healing.
Menurut Wikha, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan berupa kebutuhan fisik maupun logistik.
Perhatian terhadap kondisi mental, khususnya anak-anak, juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.
“Pemulihan setelah bencana perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memastikan kebutuhan fisik dan logistik terpenuhi, kondisi psikologis serta keceriaan anak-anak juga harus mendapat perhatian,” kata Wikha, Jumat 28 Agustus 2026.
Ia berharap bantuan yang dihimpun melalui patungan anggota Polres Bogor, ditambah kegiatan trauma healing bagi 30 anak di Posko Kisol, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana.
Wikha juga berharap kegiatan tersebut mampu membantu anak-anak kembali merasakan kebahagiaan, menumbuhkan optimisme, dan membangun harapan baru setelah melewati masa sulit akibat bencana.
Baca Juga: BCL Gandeng Josh Flo di Lagu Terpesona, Berawal dari Indonesian Idol hingga Jadi Duet Perdana
“Semoga kegiatan ini bisa mengembalikan keceriaan anak-anak, menumbuhkan harapan, dan turut mempercepat proses pemulihan masyarakat di Kecamatan Kota Komba,” pungkasnya. (abl)
Editor : Yosep Awaludin