Pelatihan Jurnalistik KPPKBB Tekankan Bahaya Hoaks, Generasi Muda Diminta Cerdas Bermedia

Lucky Lukman Nul Hakim • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:58 WIB
SERIUS : Susana pelatihan Jurnalistik KPPKBB di ITB Vinus Bogor, Sabtu 29 Agustus 2026.  (Lucky / Radar Bogor)
SERIUS : Susana pelatihan Jurnalistik KPPKBB di ITB Vinus Bogor, Sabtu 29 Agustus 2026. (Lucky / Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Arus informasi di media digital yang semakin cepat menjadi tantangan bagi masyarakat. 

Tak semua informasi yang beredar dapat dipercaya. 

Karena itu, kemampuan memverifikasi informasi menjadi modal penting bagi siapa pun yang menjalankan peran sebagai jurnalis warga.

Pesan tersebut mengemuka dalam Pelatihan Jurnalistik Dasar KPPKBB bertema “Menjadi Jurnalis Warga yang Cerdas & Bertanggung Jawab” yang digelar di Kampus Visi Nusantara, Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: 26 Ribu RTLH Diperbaiki, Program Perumahan Pemkot Bogor Diguyur Penghargaan Kemendagri

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 15.00 WIB itu, diikuti peserta yang mayoritas merupakan generasi muda. 

Mereka terlihat aktif mengikuti materi dan berdiskusi dengan para narasumber.

Ketua Panitia, Andi Ahmadi menegaskan, pentingnya tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik. 

Menurutnya, informasi yang diterima masyarakat harus dipastikan kebenarannya agar tidak berubah menjadi hoaks.

“Informasi yang disampaikan ke masyarakat penting dan tidak boleh berita hoaks,” kata Andi saat membuka sambutan.

Ketua KPPKBB, Yana Nurheryana menilai, kemampuan mengelola dan menyampaikan informasi juga penting dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah, termasuk wacana pembentukan Kabupaten Bogor Barat.

“Kita harus siap hadapi pembentukan Kabupaten Bogor Barat. Publikasikan pembangunan daerah dengan baik,” ujarnya di hadapan peserta.

Sementara itu, Founder Vinus Indonesia, Yusfitradi menekankan, besarnya peran media dalam membentuk opini dan menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

“Saya dibesarkan oleh media. Tak ada batasan, informasi tersampaikan dengan cepat dan luas,” katanya.

Baca Juga: Kinerja Bank Kota Bogor Diapresiasi, Raih Penghargaan Yearly Excellence Performance di BPR Awards

Ia menyontohkan, perjalanan karir Joko Widodo dari pengusaha mebeul hingga menjadi presiden yang menurutnya menunjukkan kuatnya peran media dalam memperkenalkan sosok dan aktivitas seseorang kepada publik.

Pelatihan juga menghadirkan Muhammad Indra, Manager Produksi Senior Metropolitan. 

Ia membekali peserta dengan materi mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sumber berita, teknik memverifikasi hoaks dan deepfake, penulisan konten jurnalistik untuk berbagai platform, hingga etika bermedia sosial.

Materi jurnalistik media online kemudian disampaikan Lucky Nul Hakim, Pemimpin Redaksi Radar Bogor Online. 

Peserta dikenalkan dengan karakteristik media online yang menuntut kecepatan sekaligus kedalaman informasi.

Selain teknik penulisan berita, materi mencakup penyusunan judul yang menarik namun tetap sehat, search engine optimization (SEO), struktur piramida terbalik, penggunaan kutipan, hingga dasar multimedia journalism seperti foto, video dan infografis.

Sementara H. Dedi dari PWI Kabupaten Bogor mengupas 11 pasal Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers Nomor 40 Tahun 1999. 

Peserta juga diajak memahami prinsip independensi, keberimbangan, uji informasi, hak jawab dan hak koreksi.

Tak berhenti pada teori, peserta mengikuti praktik lapangan simulasi. 

Mereka dibagi dalam kelompok untuk melakukan liputan terhadap satu isu sebelum mempresentasikan hasilnya.

Baca Juga: KKS Baru Berpeluang Dapat Bansos PKH BPNT Beruntun September 2026, Cek Statusnya

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa menjadi jurnalis warga bukan sekadar mampu menulis dan mengunggah informasi. 

Lebih dari itu, setiap informasi yang disampaikan kepada publik menuntut ketelitian, verifikasi dan tanggung jawab. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
Yusfitradi bogor KPPKBB