Gali Sumur di Parung Bogor, Pria 45 Tahun Tak Dapat Diselamatkan, Kepala Damkar Beberkan Kronologi

Muhammad Nasir Arbain • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11 WIB
Petugas sedang berusaha mengevakuasi korban dari sumur di Parung Bogor.
Petugas sedang berusaha mengevakuasi korban dari sumur di Parung Bogor.

RADAR BOGOR - Niat mencari nafkah berubah menjadi petaka. 

Seorang pria berusia 45 tahun ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 10 meter di Kampung Jati, Desa Parung, Kabupaten Bogor, Jumat (28/8/2026).

Korban diketahui bernama Mamit, warga Jalan Haji Mawi Gang Serius RT 03/RW 03, Desa Waru, Kecamatan Parung.

Baca Juga: Segera Cek, Bansos KAJ, KLJ, dan KPDJ Rp300 Ribu Cair, Ini Bukti-buktinya

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan, peristiwa tersebut dilaporkan warga melalui layanan darurat 112 sekitar pukul 14.00 WIB.

"Korban meninggal bernama Mamit, warga Jalan Haji Mawi Gang Serius RT 03 RW 03, Desa Waru, Parung," kata Yudi saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Yudi, korban sebelumnya sedang melakukan pekerjaan penggalian sumur. 

Namun sekitar pukul 13.35 WIB, korban dilaporkan terjatuh hingga ke dasar sumur.

Petugas Temukan Gas Beracun di Dalam Sumur

Mendapat laporan tersebut, tim penyelamat langsung menuju lokasi. 

Petugas tiba sekitar pukul 14.10 WIB dan segera melakukan pemeriksaan kondisi di sekitar sumur.

Hasil asesmen, membuat proses evakuasi tidak bisa dilakukan sembarangan.

Petugas mendeteksi adanya gas beracun di dalam sumur.

"Begitu terima laporan, tim langsung bergerak. Tim penyelamat tiba di lokasi pukul 14.10 WIB," ujar Yudi.

Saat itu, korban masih berada di dasar sumur dalam kondisi telah meninggal dunia.

Kedalaman sumur yang mencapai sekitar 10 meter ditambah keberadaan gas beracun membuat proses evakuasi menjadi berisiko tinggi.

Baca Juga: Aset Provinsi Jabar Dipersoalkan Warga Cihideung Ilir Bogor, Didorong Jadi Kopdes Merah Putih

"Sementara korban berada di dasar sumur dan kondisi meninggal dunia. Ini kondisi yang sangat berbahaya. Ruang terbatas, ada gas, kedalaman 10 meter," jelas Yudi.

Evakuasi Korban Berlangsung Sekitar 30 Menit

Tim penyelamat dari Sektor Mako Cibinong dan Sektor Parung, kemudian menyiapkan sejumlah perlengkapan untuk mengevakuasi korban.

Petugas menggunakan teknik mountaineering dengan sistem hauling.

Proses tersebut dilakukan menggunakan tripod, tali karmantel, webbing, serta alat bantu pernapasan SCBA untuk menjaga keselamatan petugas saat berada di area yang berpotensi terpapar gas beracun.

Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga jenazah berhasil diangkat dari dasar sumur.

"Fokus utama adalah keselamatan. Baik keselamatan korban maupun personel," tegas Yudi Santosa.

Jenazah Dibawa ke Rumah Sakit

Evakuasi berjalan dengan dukungan sejumlah unsur di lokasi, mulai dari Satpol PP, Polsek, pengurus RT dan RW, hingga masyarakat sekitar.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Mamit kemudian diserahkan kepada petugas medis untuk penanganan lebih lanjut dan dibawa ke RS Sehat Terpadu.

Peristiwa ini menjadi pengingat, pekerjaan di ruang terbatas seperti sumur memiliki risiko serius, termasuk kemungkinan adanya gas berbahaya yang tidak terlihat maupun tercium secara langsung.

Baca Juga: Bakso Satrio Baru, Bakso Khas Tegal Sejak 2005 Harga Mulai Rp10 Ribu

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengimbau, masyarakat untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan ketika bekerja di dalam sumur atau ruang terbatas lainnya.

Ia meminta, warga menggunakan alat pelindung diri dan memastikan kondisi sirkulasi udara aman sebelum melakukan aktivitas.

"Gunakan alat pelindung diri dan pastikan sirkulasi udara aman. Jika ada kondisi kejadian darurat, segera hubungi 112. Kami siap 24 jam," imbaunya. (*)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
bogor parung sumur