Geber 1 Kecamatan 1 Hutan Kota, Kabupaten Bogor Kini Sudah Punya 177 Hektare

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:27 WIB
Hutan Kota Pakansari yang akan dijadikan tempat Bogor Bird Zoo.
Ilustrasi: Hutan Kota di Kabupaten Bogor. (Dok. Radar Bogor)
RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor terus mengembangkan program penghijauan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu kebijakan yang dijalankan adalah pembangunan hutan kota dengan target minimal satu hektare di setiap kecamatan.

Berdasarkan data terbaru, total kawasan hutan kota di Kabupaten Bogor kini mencapai 177,26 hektare. Kawasan tersebut telah ditanami sebanyak 67.696 pohon yang tersebar di sejumlah wilayah.

Program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menambah ruang terbuka hijau sekaligus mempertahankan fungsi ekologis kawasan. Upaya penghijauan dinilai semakin penting di tengah pertumbuhan penduduk, pembangunan wilayah, serta aktivitas ekonomi yang terus meningkat.

Pelaksanaan kebijakan satu hektare hutan kota di setiap kecamatan mengacu pada Instruksi Bupati Bogor Nomor 100.4.4.2/910-DLH tentang Percepatan Program Penanaman Pohon Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan. Instruksi tersebut diterbitkan pada 31 Desember 2025.

Sejak diterapkan, pembangunan kawasan hutan kota dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah serta pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan. Kolaborasi tersebut diarahkan agar program penghijauan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Baca Juga: Atasi Pengangguran, Ribuan Lulusan SMA, SMK, dan MA di Jawa Barat Dapat Pelatihan Kerja

Data terbaru juga menunjukkan bahwa beberapa kecamatan telah mampu melampaui target minimal satu hektare. Tajur Halang menjadi kecamatan dengan kawasan hutan kota terluas, yakni mencapai 15,29 hektare dengan jumlah pohon sebanyak 17.405 batang.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menekankan bahwa pembangunan hutan kota tidak seharusnya hanya berorientasi pada kegiatan menanam pohon. Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada keseriusan dalam merawat, memelihara, dan melindungi tanaman yang telah ditanam.

Rudy berpandangan bahwa penghijauan yang dilakukan saat ini merupakan bentuk investasi lingkungan untuk generasi mendatang. Karena itu, upaya menjaga alam perlu dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk wilayah Kabupaten Bogor, agar memberikan kontribusi terhadap kondisi lingkungan yang lebih baik secara luas.

“Kita mulai dari tanah yang kita pijak, Kabupaten Bogor, untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Rudy dalam keterangannya di laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor.

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup dinilai berdasarkan luasan lahan yang berhasil dihijaukan maupun jumlah pohon yang ditanam. Indikator yang tidak kalah penting adalah kemampuan memastikan pohon tersebut tumbuh sehat dan kawasan hijau yang telah dibangun tetap terjaga dalam jangka panjang.

Atas dasar itu, Pemkab Bogor mendorong kegiatan penanaman agar selalu disertai pemeliharaan dan pengawasan secara rutin. Langkah tersebut diperlukan supaya manfaat ekologis dari program dapat dirasakan secara berkelanjutan dan kegiatan penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman.

Jika dibandingkan dengan capaian April 2026, luas hutan kota Kabupaten Bogor mengalami penambahan sekitar 20,82 hektare. Sebelumnya, luas kawasan hutan kota tercatat 156,44 hektare. Jumlah pohon juga bertambah sebanyak 22.544 batang, dari 45.152 pohon menjadi 67.696 pohon.

Rudy menyebut pembangunan hutan kota sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi daerah. Keberadaan kawasan hijau tersebut diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas udara, memperbesar kemampuan tanah dalam menyerap air, mempertahankan keseimbangan ekosistem, serta membantu mengurangi dampak perubahan iklim.

Selain fungsi ekologis, kawasan hutan kota juga diharapkan dapat memberikan ruang hijau yang lebih nyaman bagi masyarakat. Keberadaannya menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan Kabupaten Bogor yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Pemkab Bogor turut mengajak masyarakat, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, sektor usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan untuk ikut menjaga kawasan hutan kota yang telah dibangun.

Pemerintah daerah menilai keberhasilan program penghijauan tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah pohon yang berhasil ditanam. Hal yang lebih penting adalah memastikan tanaman tersebut mampu tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat hingga generasi mendatang.

Dengan total kawasan mencapai 177,26 hektare dan 67.696 pohon yang telah ditanam, Kabupaten Bogor terus memperkuat fondasi pembangunan lingkungan yang hijau sekaligus berorientasi pada keberlanjutan.

Editor : Eka Rahmawati
bogor hutan kota