Bukan Sekadar Viral, KPPKBB Bekali Generasi Muda Ilmu Jurnalistik

Siti Dewi Yanti • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:34 WIB
Pemred Radar Bogor Online, Lucky L Hakim mengisi pelatihan jurnalistik KPPKBB di Kampus 2 ITB Visi Nusantara, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu 29 Agustus 2026. (Foto : Lia Herliawati)
Pemred Radar Bogor Online, Lucky L Hakim mengisi pelatihan jurnalistik KPPKBB di Kampus 2 ITB Visi Nusantara, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Sabtu 29 Agustus 2026. (Foto : Lia Herliawati)

RADAR BOGOR - Di tengah banjir informasi yang setiap hari memenuhi lini masa media sosial, kemampuan menyampaikan berita tidak cukup hanya dengan mengandalkan kecepatan. 

Sebuah informasi harus memiliki dasar fakta yang jelas, didukung data, serta disampaikan dengan tetap menjunjung etika jurnalistik.

Hal tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam Pelatihan Jurnalistik yang resmi dibuka oleh Ketua KPPKBB, Yana Nurheryana pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Kampus 2 ITB Visi Nusantara, Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Casa Dream Villa Cisarua Bogor, Staycation Estetik dengan Private Pool dan Jacuzzi Air Hangat

Mengangkat tema “Mengungkap Fakta dengan Data dan Etika”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus memahami peran pewarta warga di tengah perkembangan media digital yang semakin cepat.

Media Membentuk Cara Publik Melihat Dunia

Dalam sesi pembukaan, Ketua Pelaksana Andi Ahmadi menyampaikan, pandangan mengenai besarnya pengaruh media terhadap cara masyarakat memahami sebuah kejadian.

“Kita melihat dunia melalui media,” ujarnya di hadapan peserta.

Pernyataan tersebut menggambarkan realitas kehidupan masyarakat saat ini. 

Sebuah peristiwa yang terjadi di satu tempat dapat dengan cepat diketahui banyak orang melalui media sosial maupun platform berita digital.

Namun, derasnya arus informasi juga membawa tantangan. 

Tidak semua informasi yang beredar telah melalui proses pemeriksaan fakta. 

Konten yang belum terverifikasi, informasi palsu, hingga manipulasi digital dapat dengan mudah menyebar dan membentuk persepsi publik.

Karena itu, peserta pelatihan didorong untuk tidak langsung percaya atau membagikan informasi yang diterima. 

Proses memeriksa sumber, mencocokkan data, dan melakukan verifikasi menjadi bagian penting sebelum sebuah informasi disampaikan kepada masyarakat.

Mengenal Jurnalistik di Era Media Sosial

Setelah pembukaan, kegiatan berlanjut dengan sesi “Jurnalistik di Era Media Sosial” yang disampaikan Manager Produksi Metropolitan, Muhammad Indra.

Pada sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana media sosial telah berkembang menjadi salah satu sumber informasi sekaligus bahan awal dalam proses pencarian berita.

Baca Juga: Bantuan Sembako Disalurkan untuk Warga Terdampak Gempa Ngada NTT

Pembahasan tidak berhenti pada cara menemukan informasi. 

Muhammad Indra juga mengajak peserta memahami pentingnya verifikasi, terutama ketika berhadapan dengan hoaks, disinformasi, dan teknologi deepfake yang semakin sulit dikenali.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai cara membangun hook yang menarik perhatian pembaca, menyusun storytelling dalam berita, serta memahami batasan etika ketika memproduksi dan menyebarkan informasi.

Pesannya sederhana, tetapi penting yakni sebuah informasi yang menarik belum tentu benar. 

Karena itu, daya tarik sebuah berita harus berjalan beriringan dengan ketepatan fakta.

Kecepatan Berita Tak Boleh Mengalahkan Akurasi

Materi berikutnya membahas “Dasar-Dasar Jurnalistik Media Online” yang disampaikan Lucky Lukman Nul Hakim, Pemimpin Redaksi Radar Bogor Online.

Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan dengan karakter media online yang memiliki tuntutan berbeda dibandingkan media konvensional. 

Berita digital dituntut cepat, tetapi pada saat yang sama harus tetap informatif, mendalam, interaktif, dan mampu hadir di berbagai platform.

Baca Juga: Cara Cek KPM yang Berpotensi Dapat Bansos Tahap 3 untuk Kedua Kalinya

Kecepatan memang menjadi salah satu keunggulan media online. 

Sebuah peristiwa dapat diberitakan dan diperbarui hanya dalam hitungan menit. Namun, kondisi tersebut tidak berarti proses jurnalistik boleh dilakukan secara tergesa-gesa.

Prinsip “Cepat bukan berarti terburu-buru. Akurasi tetap nomor satu” menjadi salah satu penekanan dalam materi yang diberikan Lucky Lukman Nul Hakim.

Peserta kemudian dikenalkan pada sejumlah teknik dasar penulisan berita online, mulai dari penerapan 5W+1H, penyusunan judul yang menarik tanpa terjebak clickbait, hingga penggunaan struktur piramida terbalik.

Selain teks, unsur multimedia juga menjadi bagian penting dalam pemberitaan digital. 

Foto, video, grafis, dan berbagai elemen pendukung lainnya dapat memperkuat penyampaian informasi sekaligus membantu pembaca memahami konteks sebuah peristiwa.

Peserta Praktik Liputan

Pelatihan jurnalistik KPPKBB tidak berhenti pada pemahaman teori. 

Rangkaian kegiatan selanjutnya akan membahas kode etik jurnalistik serta Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Peserta juga akan mengikuti praktik lapangan melalui simulasi liputan. 

Tahap ini menjadi kesempatan untuk menguji pemahaman yang telah diperoleh, mulai dari mencari informasi, menggali fakta, melakukan verifikasi, hingga menyusun berita.

Baca Juga: Bansos Tahap 3 Cair Lagi, KPM PKH dan BPNT Validasi Bisa Dapat hingga Rp1,5 Juta

Di era digital, ketika hampir setiap orang memiliki perangkat untuk merekam dan menyebarkan informasi, batas antara pengguna media sosial dan pewarta menjadi semakin tipis.

Karena itu, kemampuan membuat berita bukan hanya tentang bagaimana menghasilkan tulisan yang cepat dibaca atau menarik perhatian. 

Lebih dari itu, seorang pewarta dituntut mampu memastikan informasi yang disampaikan memiliki dasar fakta yang kuat.

Pada akhirnya, data, verifikasi, akurasi, dan etika menjadi fondasi penting agar sebuah berita tidak berhenti sebagai informasi yang viral, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. (Lia Herliawati/kecamatan pamijahan)

Editor : Siti Dewi Yanti
bogor jurnalistik KPPKBB