RADAR BOGOR – Persoalan sanitasi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Desa Gunung Sari melakukan pendataan kondisi sanitasi masyarakat. Untuk mendukung upaya itu, pemerintah desa menggandeng mahasiswa KKN 232 Parvatakarsa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program Gerakan Jamban Sehat (GEJAS).
Pendataan dilakukan mahasiswa KKN UIN Jakarta di RW 05 Desa Gunung Sari dengan menyasar lima RT, mulai RT 01 hingga RT 05. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni 29 dan 31 Juli serta 1 Agustus 2026.
Sekretaris Desa Gunung Sari Ujang Haryanto mengatakan, pendataan dilakukan mahasiswa KKN UIN Jakarta karena pemerintah desa belum memiliki data lengkap mengenai kondisi jamban yang digunakan masyarakat.
Baca Juga: Status Bansos PKH BPNT Berubah tapi Saldo Belum Bertambah? Ini Maksudnya
“Pemerintah desa ingin mengetahui kondisi jamban yang digunakan warga secara lebih jelas melalui pendataan langsung di lapangan,” kata Ujang.
Menurutnya, persoalan yang ditemukan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan jamban. Pola masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga juga menjadi perhatian.
Sebab, belum semua rumah menggunakan septic tank sebagai tempat pembuangan limbah. Di lapangan, masih ditemukan warga yang membuang limbah rumah tangga langsung ke sungai atau kali.
Karena itu, pemerintah desa membutuhkan data faktual untuk mengetahui kondisi sanitasi masyarakat secara menyeluruh. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan penanganan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Baca Juga: Nama KPM Validasi Muncul Lagi, Bansos PKH BPNT Bisa Cair Rp1,5 Juta
Atas dasar kebutuhan tersebut, Pemerintah Desa Gunung Sari mengusulkan program GEJAS kepada mahasiswa KKN 232 Parvatakarsa.
Para mahasiswa kemudian turun langsung dari rumah ke rumah untuk mengecek kondisi fasilitas sanitasi warga di RW 05.
Selain melihat ketersediaan dan kondisi jamban, mahasiswa juga menggali informasi mengenai kebiasaan warga dalam mengelola serta membuang limbah rumah tangga. Seluruh informasi yang diperoleh kemudian dicatat sebagai bagian dari pemetaan sanitasi wilayah.
Baca Juga: Rincian Lengkap Nominal Bansos PKH dan PIP September 2026, Ada yang Tembus Rp1,8 Juta
Pendataan dilakukan dengan berinteraksi langsung bersama masyarakat. Cara tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
Bagi Pemerintah Desa Gunung Sari, hasil pendataan ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi warga yang masih membutuhkan perhatian, baik terkait fasilitas jamban maupun sistem pengelolaan limbah rumah tangga.
Program GEJAS sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tengah masyarakat. Ketersediaan jamban yang layak dan pengelolaan limbah yang baik dinilai penting untuk menjaga kebersihan sekaligus kesehatan lingkungan.
Pemerintah desa memilih melakukan pemetaan terlebih dahulu sebelum menentukan langkah penanganan. Dengan data yang lebih lengkap, kebutuhan sanitasi masyarakat dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di setiap wilayah.
Baca Juga: Marc Klok Tegaskan Target Persib Lawan Manila Digger
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 232 Parvatakarsa tidak hanya menjalankan program pengabdian masyarakat. Mereka juga terlibat langsung dalam membantu pemerintah desa mengidentifikasi persoalan sanitasi yang masih dihadapi warga.
Kolaborasi antara pemerintah desa, mahasiswa dan masyarakat pun menjadi bagian penting dalam pelaksanaan GEJAS. Pemerintah desa menyampaikan kebutuhan pendataan, mahasiswa melakukan pengecekan lapangan, sedangkan warga memberikan informasi mengenai kondisi sanitasi di rumah masing-masing.
Hasil pendataan GEJAS selanjutnya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa Gunung Sari untuk ditinjau dan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan terkait sanitasi, khususnya di RW 05.
Baca Juga: KPK Bidik Dua Dugaan Korupsi di Kabupaten Bogor, 3 Kantor Dinas Digeledah
Dengan adanya pemetaan tersebut, pemerintah desa diharapkan memiliki gambaran lebih jelas mengenai kondisi jamban dan pengelolaan limbah rumah tangga. Penanganan selanjutnya pun dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing warga.
Bagi mahasiswa KKN 232 Parvatakarsa, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat sekaligus membantu Desa Gunung Sari mencari solusi atas persoalan sanitasi yang masih ada.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga