Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Cianjur, Warga Puncak Bogor Rasakan Getaran

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:49 WIB
Gempa bumi tektonik M4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Selasa, 1 September 2026. (Dok. BMKG)
Gempa bumi tektonik M4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Selasa, 1 September 2026. (Dok. BMKG)

RADAR BOGOR - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Selasa, 1 September 2026 sekitar pukul 17.53 WIB.
 
Getaran gempa bahkan turut dirasakan masyarakat di wilayah Puncak, Kabupaten Bogor.

Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Fathuri Syabani mengatakan, berdasarkan hasil analisa BMKG, gempa tersebut berkekuatan magnitudo M4,3 dengan episenter berada pada koordinat 6,91 Lintang Selatan dan 107,10 Bujur Timur.

"Episenter gempa bumi terletak di darat, sekitar 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada kedalaman 4 kilometer," ujar Fatuhri.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, katanya, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Gempa dirasakan cukup kuat di wilayah Puncak Bogor dan Cianjur dengan skala intensitas III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI). 

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Cianjur, Getaran Terasa hingga Bandung

Pada siang hari, getaran dengan skala tersebut dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah.

Sementara itu, getaran dengan skala II-III MMI dirasakan di Kota Sukabumi, Cibadak, Nagrak, Warungkondang, Cimahi dan Cilaku.

"Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," jelasnya.

Adapun di Kota Bandung, Cibubur dan Sukaraja, gempa dirasakan dengan skala II MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

"Hingga pukul 18.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan," tutur Fatuhri.

Sementara itu, Yusman, warga Citeko, Cisarua, mengaku cukup merasakan getaran gempa dari rumahnya.

Meski demikian, efek gempa tidak berdampak pada kerusakan bangunan di wilayahnya.

"Lumayan terasa getarannya, tapi saya belum dapat info ada kerusakan," tandasnya.(cok)

Editor : Eka Rahmawati
bogor puncak gempa cianjur