Sawah di Jonggol Bogor Kekeringan, Warga Akui Sudah Terbiasa Setiap Musim Kemarau

Muhammad Ali • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 23:49 WIB
Area pesawahan di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor mengalami kekeringan. (Hendi Novian/Radar Bogor)
Area pesawahan di Kabupaten Bogor mengalami kekeringan. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Hamparan persawahan di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, berubah menjadi pemandangan berbeda saat musim kemarau tiba. 

Tanah yang biasanya basah dan menjadi tempat warga bercocok tanam kini mengering, bahkan retak dengan lebar dua sampai tujuh sentimeter akibat lama tak diguyur hujan.

Bagi sebagian warga, kondisi tersebut bukanlah pemandangan baru. Setiap kali kemarau datang, sawah dan saluran irigasi di wilayah Jonggol memang kerap ikut mengering.

Oleh (50), warga sekitar, mengatakan kekeringan di area persawahan sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat. Warga, kata dia, sudah memahami bahwa kondisi tersebut akan terjadi ketika musim kemarau tiba.

Baca Juga: Pasca Kebakaran Gunung Gede, 3 Titik Gas di Kawah Wadon Dipantau BBTNGGP dan PVMBG

“Nggak (kaget) atuh, sudah terbiasa,” kata Oleh saat ditemui di sekitar persawahan Kecamatan Jonggol.

Menurutnya, kekeringan tidak hanya terjadi di satu titik persawahan, hampir seluruh kawasan sawah di Kecamatan Jonggol mengalami kondisi serupa ketika hujan tidak turun dalam waktu lama.

“Iya, musim ke mana-mana. Kalau musimnya ke Cibarusah (Kabupaten Bekasi) juga sama,” ujarnya.

Kondisi tersebut semakin terasa karena saluran irigasi ikut kehilangan pasokan air. Ketika hujan tak kunjung turun, air yang biasanya mengalir ke persawahan pun ikut mengering. 

Meski sawah tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk bercocok tanam, kondisi kemarau tetap dimanfaatkan warga untuk kegiatan lain. Oleh misalnya, memanfaatkan rerumputan yang masih tersedia untuk pakan ternaknya.

“Berhubung saya di sana nggak ada rumput, daripada kambing nggak makan rumput, mumpung kemarau,” ucapnya.

Di tengah tanah sawah yang mengering, aktivitas warga tetap berjalan. Bagi Oleh dan warga lainnya, kemarau merupakan bagian dari siklus yang sudah mereka kenal, saat air kembali datang bersama hujan, sawah pun diharapkan dapat kembali digunakan untuk bertani.

Sementara selama kemarau berlangsung, warga memilih beradaptasi dengan kondisi yang ada. Bagi mereka, bertahan di tengah sawah yang kering bukan sesuatu yang asing, melainkan rutinitas yang kembali datang setiap musim kemarau. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
bogor jonggol kemarau kekeringan