RADAR BOGOR – Limbah dari kegiatan peternakan kini tidak hanya dipandang sebagai sisa produksi yang berpotensi mencemari lingkungan.
Dengan inovasi dan pengolahan yang tepat, berbagai limbah organik, termasuk kotoran ternak, dapat dimanfaatkan menjadi pupuk bokashi bernilai guna untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung produktivitas pertanian.
Pemanfaatan limbah peternakan tersebut diperkenalkan melalui pelatihan pembuatan pupuk bokashi yang digelar di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada Minggu 30 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB 2026 yang dipimpin oleh Dr. Ir. Asep Tata Permana, M.Sc.
Program tersebut mengusung tema “Peningkatan Kesuburan Lahan melalui Inovasi Pupuk Hayati Mikoriza dan Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produksi Rumput Gajah Pakchong sebagai Hijauan Pakan Ternak.”
Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari kelompok tani, kelompok peternak, serta masyarakat yang tinggal di sekitar Desa Cikarawang.
Baca Juga: Lolos Seleksi Belum Tentu Selesai, Ini Tahapan yang Harus Dilalui CPNS hingga Resmi Menjadi ASN
Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan berbagai jenis limbah peternakan sebagai bahan dasar pembuatan bokashi.
Bahan yang digunakan di antaranya feses sapi, domba, dan ayam, hingga limbah isi rumen yang berasal dari rumah potong hewan.
Berbagai bahan tersebut kemudian diolah dengan formulasi tertentu untuk menghasilkan pupuk organik yang memiliki kualitas baik dan dapat dibuat dengan biaya yang relatif ekonomis.
Komposisi bokashi turut dilengkapi dengan zeolit dan arang sekam. Kedua bahan tersebut dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki karakteristik fisik pupuk yang dihasilkan.
Selain itu, sumber nitrogen juga ditambahkan untuk menciptakan keseimbangan karbon dan nitrogen atau C/N yang sesuai sehingga proses penguraian bahan organik dapat berlangsung secara optimal.
Molases sebagai sumber gula turut digunakan dalam proses pembuatan pupuk tersebut.
Bersama mikroorganisme pendegradasi, bahan tersebut berperan dalam mendukung proses fermentasi berbagai limbah organik hingga berubah menjadi bokashi.
Seluruh komposisi bahan dirancang dengan perhitungan yang tepat agar proses fermentasi dapat berjalan secara maksimal.
Dengan metode tersebut, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan pupuk bokashi yang berkualitas dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar lingkungan petani dan peternak.
Bokashi hasil pengolahan limbah peternakan tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah dari berbagai aspek, mulai dari kondisi fisik, kimia, hingga biologinya.
Baca Juga: Kenapa Desil Tinggi Bisa Turun Otomatis? Ini Penyebab dan Cara Cek Kelayakan Bansos
Perbaikan kualitas tanah itu diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan rumput gajah Pakchong yang menjadi salah satu sumber hijauan pakan ternak.
Dengan kondisi tanah yang lebih subur, produksi rumput gajah Pakchong diharapkan dapat meningkat secara optimal dan berlangsung secara berkelanjutan.
Pemanfaatan bokashi juga menjadi bagian dari sistem pertanian dan peternakan yang saling terintegrasi.
Limbah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan dapat dikembalikan ke lahan dalam bentuk bahan organik.
Selanjutnya, lahan yang semakin subur dapat menghasilkan hijauan pakan ternak dalam jumlah lebih melimpah.
Hijauan tersebut kemudian kembali dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak.
Pelatihan pembuatan bokashi dalam program Dospulkam IPB 2026 ini dilakukan melalui penyampaian materi sekaligus praktik secara langsung.
Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai manfaat dan komposisi bahan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatan pupuk bokashi dari limbah peternakan.
Baca Juga: PNS Tua Pensiun, Ini Kriteria Calon ASN yang Dicari Pemerintah
Melalui pendekatan tersebut, program Dospulkam IPB diharapkan dapat membantu petani dan peternak mengubah limbah yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi sumber daya yang lebih produktif dan bernilai ekonomi.
Selain itu, pemanfaatan pupuk organik dari sumber daya lokal diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani dan peternak terhadap berbagai input dari luar.
Pengembangan bokashi dari limbah peternakan juga diharapkan mampu mendukung terciptanya sistem produksi hijauan pakan ternak yang lebih efisien, ekonomis, serta berkelanjutan di Desa Cikarawang dan wilayah sekitarnya. (***)
Editor : Yosep Awaludin