RADAR BOGOR – Pengetahuan orang tua mengenai pencegahan infeksi saluran pernapasan pada anak menjadi perhatian RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang.
Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi kesehatan mengenai pencegahan bronkopneumonia pada anak yang digelar di ruang rawat inap rumah sakit.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rawat Inap Teratai, RSUD R Moh Noh Nur Rabu 12 Agustus 2026.
Penyuluhan diselenggarakan oleh Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bersama Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD R Moh Noh Nur, berkolaborasi dengan Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta.
Sasaran utama kegiatan ini adalah orang tua serta keluarga pasien yang sedang mendampingi anak mereka selama menjalani perawatan di ruang rawat inap.
Melalui metode penyampaian yang interaktif, para dokter muda bersama tim medis rumah sakit memberikan pemahaman mengenai risiko bronkopneumonia sekaligus berbagai langkah pencegahan yang dapat diterapkan keluarga secara mandiri di rumah.
Baca Juga: Sebelum Berangkat, Cek 7 Komponen Mobil Ini di Pagi Hari agar Aman dan Terhindar dari Kerusakan
Pencegahan Bronkopneumonia Bisa Dimulai dari Rumah
Dalam penyuluhan tersebut, orang tua diberikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi anak dari bronkopneumonia.
Perwakilan tenaga medis menjelaskan bahwa pencegahan dapat dimulai melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi dan penerapan kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.
Orang tua dapat melakukan pencegahan sejak dini dengan memberikan ASI eksklusif, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, memastikan imunisasi dasar anak lengkap, serta membiasakan anak mencuci tangan.
"Selain itu, anak juga perlu dijauhkan dari paparan asap rokok dan lingkungan rumah harus dijaga kebersihan serta sirkulasi udaranya," jelas perwakilan tenaga medis dalam kegiatan tersebut.
Berbagai langkah tersebut dinilai penting karena kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga dapat berperan dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan anak.
Kenali Gejala Bronkopneumonia Sejak Dini
Tidak hanya membahas cara pencegahan, tim penyuluh juga mengingatkan keluarga pasien agar mengenali gejala awal yang dapat mengarah pada infeksi paru pada anak.
Orang tua diminta lebih waspada apabila anak mulai menunjukkan gangguan pernapasan.
Pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan dan tidak ditunda ketika muncul gejala yang mengkhawatirkan.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
- Batuk yang berlangsung terus-menerus atau persisten.
- Demam tinggi.
- Kesulitan bernapas, termasuk napas yang lebih cepat dari biasanya dan sesak.
Apabila gejala tersebut muncul, orang tua dianjurkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Jalan Otista Kota Bogor, Mobil Hantam Dua Motor
Dokter Muda UPN Veteran Jakarta Ikut Berikan Edukasi
Kolaborasi antara RSUD R Moh Noh Nur dengan institusi pendidikan kedokteran tersebut mendapat respons positif dari keluarga pasien.
Kehadiran para dokter muda dinilai membuat suasana penyuluhan menjadi lebih cair.
Materi kesehatan juga dapat disampaikan dengan gaya komunikasi yang lebih sederhana sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya para orang tua yang tidak memiliki latar belakang medis.
Interaksi langsung tersebut diharapkan membuat keluarga pasien tidak hanya memahami bahaya bronkopneumonia, tetapi juga mengetahui tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah serta mengenali gejalanya sejak awal.
RSUD R Moh Noh Nur Komitmen Perkuat Edukasi Kesehatan
Manajemen RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang memastikan kegiatan promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan akan terus dilakukan secara berkala.
Kerja sama dengan kalangan akademisi, dokter muda, serta tenaga medis dari berbagai profesi diharapkan dapat semakin memperluas pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, terutama dalam memberikan perlindungan terhadap anak-anak di Kabupaten Bogor dari berbagai ancaman penyakit infeksi. (***)
Editor : Yosep Awaludin