Kemarau Panjang Bikin Sungai di Puncak Menyusut hingga 80 Persen, Warga Bogor Mulai Khawatir

Septi Nulawam Harahap • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:15 WIB
Sungai Cimegamendung, di Desa Batulayang, Cisarua, Kawasan Puncak Bogor yang mengering hingga 80 persen imbas kemarau panjang. Foto: Septi Nulawam/Radar Bogor
Sungai Cimegamendung, di Desa Batulayang, Cisarua, Kawasan Puncak Bogor yang mengering hingga 80 persen imbas kemarau panjang. Foto: Septi Nulawam/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Sejumlah sungai di Kecamatan Cisarua dilaporkan mengalami penurunan debit cukup drastis.

Salah satunya terjadi di Sungai Cimegamendung yang berada di wilayah Desa Batulayang. Debit air sungai di Kawasan Puncak Bogor tersebut kini disebut menyusut hingga sekitar 80 persen akibat kemarau panjang.

Kepala Desa Batulayang Bogor Iwan Setiawan, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung selama hampir dua bulan selama kemarau. Meski aliran air masih mencapai permukiman warga, volumenya terus mengalami penurunan.

Baca Juga: Bocah 11 Tahun Meninggal Dunia di Sungai Cileungsi Bogor Saat Berenang bersama Teman

“Sejumlah sungai di wilayah mulai mengering, termasuk Sungai Cimegamendung yang debit airnya mengalami penurunan hingga sekitar 80 persen,” ujar Iwan, Rabu, 2 September 2026.

Menurut Iwan, setidaknya warga di tiga RT masih memanfaatkan aliran Sungai Cimegamendung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dua RT di antaranya berada di Kampung Batukasur.

Untuk menjaga agar sisa aliran air tetap bisa dimanfaatkan, Pemerintah Desa Batulayang melakukan sejumlah upaya, salah satunya dengan membangun bronjong di sekitar sungai.

Bronjong tersebut diharapkan dapat membantu menahan air yang masih tersisa sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama warga yang berada di wilayah hilir.

Baca Juga: Jalan Baru 20 Km Segera Dibangun, Bogor Bakal Terhubung Langsung ke Sukabumi dan Lebak

Soroti Pengalihan Air di Hulu

Iwan juga menyoroti kondisi wilayah hulu Sungai Cimegamendung yang berada di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Ia menduga pengalihan aliran air untuk berbagai kebutuhan, termasuk hotel, tempat wisata, dan vila, turut berpengaruh terhadap berkurangnya debit air di bagian hilir.

Menurutnya, kondisi di kawasan hulu perlu menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap ketersediaan air yang mengalir menuju permukiman warga.

“Kalau melihat kondisi di hulu, ada banyak pengalihan air untuk hotel, tempat wisata, dan vila. Hal ini berdampak terhadap debit air yang mengalir ke hilir,” tandasnya.

Baca Juga: Keren! Pelajar SMPN 22 Bogor Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi di BIA 2026

Meski debit air Sungai Cimegamendung telah menyusut cukup signifikan, Iwan memastikan hingga saat ini aliran air masih mencapai kawasan permukiman warga.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah desa mengingat sungai masih menjadi salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat di tengah kemarau panjang.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor sungai puncak kemarau kekeringan