RADAR BOGOR - Niat mencari pekerjaan berujung duka.
Seorang warga Kampung Malabar, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor meninggal dunia setelah diduga tersengat listrik saat hendak memperbaiki lampu di sebuah rumah, Rabu 2 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diketahui berinisial S, warga Kampung Malabar RT 06/RW 05.
Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Parigi RT 04/RW 05, Desa Sukamulya.
Baca Juga: PSEL Bogor Raya Segera Dibangun, Ground Breaking Ditarget 17 September 2026
Suasana di sekitar lokasi sempat ramai.
Sejumlah warga terlihat berkerumun di depan gerbang rumah tempat kejadian.
Datang Mencari Pekerjaan, Diminta Memperbaiki Lampu
Berdasarkan keterangan Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya, Aiptu Asep Rohmat Mulyana, Sakur datang ke rumah warga untuk mencari pekerjaan.
Saat itu, pemilik rumah kemudian meminta korban memperbaiki lampu penerangan yang sedang mengalami masalah.
"Korban datang ke pemilik rumah untuk meminta pekerjaan. Karena tidak ada pekerjaan lain, dia kemudian diminta memperbaiki lampu yang mati," ujar Aiptu Asep kepada Radar Bogor.
Saat melakukan pekerjaan tersebut, korban diduga menggunakan tangga besi.
Kabel listrik yang berada di sekitar lokasi diduga menyentuh tangga, hingga mengakibatkan aliran listrik merambat ke bagian tangga.
Korban kemudian tersengat listrik saat berada di atas tangga hingga terjatuh.
Aiptu Asep mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah terdapat bagian kabel yang terkelupas.
Baca Juga: Kembali Dibahas, 202 PKL Taman Heulang Bogor Bakal Ditata dalam Zona Khusus
Namun, berdasarkan informasi yang diterima, tangga yang digunakan korban masih dialiri listrik setelah kejadian.
"Informasinya, tangga masih ada setrumnya. Kemungkinan korban tersengat saat naik, kemudian jatuh," katanya.
Korban Disebut Pernah Menjadi Tukang Servis
Sementara itu, Ketua RW 06, Ukar membenarkan, adanya dugaan sengatan listrik yang melibatkan tangga besi tersebut.
Menurut Ukar, korban memang memiliki pengalaman sebagai tukang servis.
Korban diketahui sebelumnya bekerja memperbaiki peralatan elektronik, termasuk kulkas.
Meski demikian, belum diketahui secara pasti apakah korban memiliki keahlian khusus untuk menangani instalasi listrik.
Aiptu Asep juga mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti latar belakang keahlian korban dalam memperbaiki lampu tersebut.
"Kalau soal ahli atau tidaknya, kami kurang mengetahui. Yang pasti, kemungkinan korban sedang membutuhkan pekerjaan dan kemudian mendapat pekerjaan itu," ujarnya.
Keluarga Tidak Menuntut, Korban Langsung Dibawa ke Rumah Duka
Usai kejadian, keluarga meminta agar jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.
Tidak ada tuntutan yang diajukan pihak keluarga terkait peristiwa tersebut.
Aiptu Asep menyebut, kejadian tersebut sebagai musibah.
Baca Juga: Saldo KKS Kembali Terisi Padahal Bansos Baru Saja Dicairkan? Ini Penjelasannya
"Enggak ada tuntutan apa-apa. Ini musibah," katanya.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Kampung Malabar untuk diserahkan kepada keluarga.
Peristiwa ini, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat melakukan pekerjaan yang berdekatan dengan jaringan listrik, terlebih ketika menggunakan tangga berbahan logam. (sir)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim