RADAR BOGOR – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bogor pada 2026 disebut memiliki pola yang mirip dengan kondisi tiga tahun sebelumnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor bahkan melihat adanya kemungkinan siklus kekeringan yang berulang setiap tiga tahun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan kondisi kekeringan tahun ini hampir serupa dengan yang terjadi pada 2023, yang menjadi salah satu periode kekeringan terparah dalam beberapa tahun terakhir.
“Memang sepertinya ada siklus per tiga tahunan, yang dulu terberat itu tahun 2023 hampir sama seperti ini,” ujar Ade kepada Radar Bogor, Rabu, 2 September 2026.
Baca Juga: Besok Ada Demo Sopir Angkot di Balai Kota Bogor, Pengendara Diminta Waspada Jalan Djuanda
Menurutnya, tingginya kebutuhan air bersih pada 2023 menjadi salah satu gambaran mengenai tingkat kekeringan yang kini kembali terjadi. Saat itu, BPBD bahkan harus menyalurkan hingga sekitar 8 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
“Kita bahkan sampai mengeluarkan 8 juta liter tahun 2023 hampir seperti ini juga,” katanya.
Puncak Kekeringan Diprediksi Oktober
Ade menuturkan, pola kekeringan tahun ini menunjukkan sejumlah kemiripan dengan kejadian sebelumnya. Karena itu, BPBD terus melakukan berbagai langkah antisipasi, terlebih adanya perkiraan bahwa kondisi kekeringan dapat semakin parah pada Oktober.
Baca Juga: Rem Belakang Motor Kadang Pakem, Kadang Blong? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
“Kejadiannya hampir seperti ini, jadi ada siklus sepertinya per 3 tahun,” tegasnya.
Pada awal periode kekeringan, Kecamatan Rancabungur menjadi salah satu wilayah yang lebih dulu mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada BPBD.
Namun, seiring berjalannya waktu, dampak kekeringan mulai meluas. Saat ini, wilayah Kabupaten Bogor bagian timur dan barat mulai mengalami kondisi yang lebih serius.
“Sekarang mulai terasa parah itu di Bogor bagian timur dan barat,” imbuh Ade.
Untuk wilayah timur, beberapa kecamatan yang mulai terdampak cukup parah meliputi Tanjungsari, Cariu, dan Jonggol.
Baca Juga: Tampil di Ajang Nasional, Karateka SMA Kosgoro Bogor Bawa Pulang 10 Medali
Sementara di Kabupaten Bogor bagian barat, kekeringan mulai dirasakan masyarakat di Tenjolaya, Parung Panjang, serta sebagian wilayah Cigudeg.
Debit Sungai Ikut Menurun
Kondisi kekeringan juga berimbas pada ketersediaan air di sejumlah sungai. Berkurangnya sumber air dari wilayah hulu membuat debit sungai mengalami penurunan cukup drastis.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Bogor memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak akan terus dilakukan selama bencana kekeringan masih berlangsung.
Baca Juga: Tampil di Ajang Nasional, Karateka SMA Kosgoro Bogor Bawa Pulang 10 Medali
“Kita sepanjang bencana kekeringan ini masih ada, sepanjang masih ada permintaan kita akan terus bantu,” pungkas Ade.
BPBD pun terus memantau wilayah yang mengalami kekurangan air bersih sekaligus menyiapkan bantuan untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama jika intensitas kekeringan meningkat menjelang Oktober.
(Cr1)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga