Kemarau Panjang Makin Parah, 32 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kini Andalkan Bantuan Air Bersih

Muhammad Ali • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 23:17 WIB
Suasana penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor oleh LAZ Rabbani.
Suasana penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor oleh LAZ Rabbani.

RADAR BOGOR – Kemarau panjang mulai dirasakan semakin berat oleh masyarakat di Kabupaten Bogor. Hingga Rabu, 2 September 2026, bantuan air bersih telah diminta oleh warga dari 32 kecamatan yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan permintaan air bersih sebenarnya sudah mulai diterima sejak awal Juni 2026. Namun, jumlah permintaan terus meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus meningkatkan langkah antisipasi. Terlebih, berdasarkan informasi BMKG, puncak kekeringan termasuk di Bogor diperkirakan baru terjadi pada Oktober 2026.

Baca Juga: Awas Salah Langkah, Ini 2 Tips Merawat Motor Baru Agar Tetap Awet

“Karena kita sudah menetapkan tanggap darurat, maka ketentuannya kita bisa mempergunakan dana BTT, biaya tidak terduga kalau untuk kondisi tanggap darurat,” ujar Ade kepada Radar Bogor, Rabu, 2 September 2026.

Lebih dari 2 Juta Liter Air Sudah Disalurkan

Penetapan status tanggap darurat memungkinkan pemerintah menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan kekeringan.

Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan operasional, termasuk pembelian bahan bakar kendaraan hingga biaya pengiriman air bersih ke daerah yang mengalami krisis air.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Hanguskan Lima Rumah di Babakan Pasar Bogor, Warga Panik Berhamburan

Penyaluran bantuan pun tidak hanya dilakukan BPBD Kabupaten Bogor. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Dinas Sosial turut membantu mendistribusikan air kepada masyarakat.

Ade menyebut pasokan air juga mendapat dukungan dari perusahaan daerah air minum tanpa biaya.

“Yang terbesar memang kita memperoleh bantuannya air itu gratis dari PDAM dan sampai hari ini sudah lebih dari 2 juta liter kita kirim ke masyarakat,” ungkapnya.

Distribusi Terkadang Hadapi Kendala di Lapangan

Meski permintaan bantuan terus meningkat, Ade memastikan pendistribusian air bersih hingga kini masih berjalan dan belum mengalami kendala besar.

Baca Juga: Rem Belakang Motor Kadang Pakem, Kadang Blong? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Namun, persoalan teknis terkadang muncul ketika lokasi yang meminta bantuan berada berdekatan dengan wilayah lain yang juga mengalami kekeringan.

Ade mencontohkan, ketika armada mengirim air ke satu RW, kendaraan tersebut harus melewati RW lain yang turut mengalami krisis air. Kondisi itu sering membuat warga di wilayah yang dilintasi ikut meminta pasokan air.

“Kita kirim ulang ya akhirnya keseluruhan bisa kita antisipasi,” tandasnya.

Dengan potensi puncak kekeringan yang diprediksi terjadi pada Oktober, BPBD Kabupaten Bogor terus bersiap menjaga kelancaran distribusi air bersih agar kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

(Cr1)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
kemarau kekeringan air bersih