Kemarau Panjang di Bogor Jadi Alarm, Potensi Bencana Longsor Mengintai Saat Hujan Kembali Turun

Muhammad Ali • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 23:25 WIB
Kalak BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor. Foto: Muhammad Ali/Radar Bogor
Kalak BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor. Foto: Muhammad Ali/Radar Bogor

RADAR BOGOR – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bogor tak hanya memicu kekeringan dan krisis air bersih. Kondisi tanah yang mengering juga membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor saat musim hujan kembali tiba.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, mengatakan langkah mitigasi telah dilakukan dengan mengingatkan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kecamatan Tangguh Bencana agar memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perubahan musim.

Menurut Ade, perubahan prediksi mengenai puncak kekeringan Bogor menjadi salah satu perhatian utama. Sebelumnya, puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada September dan mulai berkurang pada Oktober.

Baca Juga: Kemarau Panjang Makin Parah, 32 Kecamatan di Kabupaten Bogor Kini Andalkan Bantuan Air Bersih

Namun, berdasarkan prediksi terbaru BMKG, puncak kekeringan justru diperkirakan terjadi pada Oktober 2026.

“Sekarang menurut BMKG justru puncaknya di Oktober, sehingga pada bulan November memang itu harus lebih siap siaga,” ujar Ade kepada Radar Bogor, Rabu, 2 September 2026.

Tanah Kering Berpotensi Bergerak Saat Hujan Deras

Ade menjelaskan, wilayah yang mengalami kekeringan cukup panjang perlu mendapat perhatian khusus ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur.

Perubahan kondisi tanah secara cepat, ditambah tingginya curah hujan, dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya pergerakan tanah hingga longsor.

Baca Juga: Awas Salah Langkah, Ini 2 Tips Merawat Motor Baru Agar Tetap Awet

Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor bahkan telah memiliki riwayat kejadian serupa. Ade menyebut Kecamatan Babakan Madang, Sukamakmur, hingga Ciomas sebagai beberapa wilayah yang perlu diwaspadai.

“Kita sebenarnya sudah punya data, kita sudah punya data mana saja yang memang akan berulang kita sudah punya data dan itu kita waspadai,” tandasnya.

BPBD Kabupaten Bogor pun meminta unsur kebencanaan di tingkat desa dan kecamatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama memasuki masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan.

Langkah tersebut diperlukan agar potensi bencana dapat diantisipasi lebih awal, khususnya di wilayah yang memiliki rekam jejak pergerakan tanah dan longsor.

(Cr1)

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor bpbd kemarau kekeringan