Semarak HUT ke-81 RI, RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor Ajak Warga Jaga Kebugaran

Rani Puspitasari Sinaga • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 11:12 WIB
HUT RI ke-81 dirayakan meriah di RSUD Leuwiliang Bogor. Foto: Dok RSUD Leuwiliang Bogor
HUT RI ke-81 dirayakan meriah di RSUD Leuwiliang Bogor. Foto: Dok RSUD Leuwiliang Bogor

RADAR BOGOR — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan di RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor Bogor. Rumah sakit tersebut menggelar kegiatan Senam Sehat dan Edukasi Kesehatan pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Kegiatan berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari masyarakat maupun jajaran pegawai RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT RI, acara ini juga menjadi sarana RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebugaran dan kesehatan.

Baca Juga: Peralihan Status PPPK ke CPNS 2027, Kesempatan bagi Pelamar Umum Guru Fresh Graduate

RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondisi tubuh serta menerapkan pola hidup sehat dalam aktivitas sehari-hari.

“Marilah bersama menjaga kesehatan sebagai bagian dari semangat mengisi kemerdekaan dengan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.”

Warga Bisa Konsultasi Langsung dengan Fisioterapis

Tak hanya senam, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi dan dialog interaktif bersama Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) serta Ardi, S.Ft., dari Instalasi Fisioterapi RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang Bogor.

Dalam sesi tersebut, peserta dapat berkonsultasi mengenai berbagai keluhan fisik yang sering dialami sehari-hari. Mulai dari nyeri pinggang, gangguan pada sendi, hingga cara mencegah cedera otot.

Baca Juga: Kredit BRI Tembus Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2 Persen di Tengah Penguatan Ekonomi Nasional

Peserta pun aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Beberapa di antaranya berkaitan dengan keluhan sakit pinggang dan saraf terjepit.

Salah seorang peserta, Ibu Heni, menanyakan kebutuhan konsumsi air putih untuk membantu mengatasi sakit pinggang.

Ardi menjelaskan bahwa kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, namun menjaga kecukupan asupan air putih setiap hari penting untuk membantu fungsi tubuh tetap optimal dan menurunkan risiko masalah kesehatan tertentu, termasuk pembentukan batu ginjal.

Pertanyaan lain datang dari Ibu Lilis Elahyati, 59 tahun, mengenai penanganan HNP atau saraf terjepit.

Ardi menjelaskan, penanganan HNP bergantung pada kondisi dan tingkat keparahannya. Pada kasus tertentu yang berat, tindakan medis dapat diperlukan. Sementara itu, untuk membantu mengurangi keluhan pada kondisi tertentu, pasien dapat melakukan latihan atau peregangan yang sesuai dengan kondisi tubuh dan anjuran tenaga kesehatan.

Sementara itu, Ibu Ida menanyakan apakah sakit pinggang berkaitan dengan menopause.

Menurut Ardi, nyeri pinggang memang dapat lebih sering muncul seiring bertambahnya usia, tetapi keluhan tersebut tidak otomatis menjadi tanda menopause. Nyeri juga dapat dipengaruhi aktivitas fisik dan beban pekerjaan sehari-hari, terutama jika dilakukan berulang dengan posisi tubuh yang kurang ergonomis.

Baca Juga: Sky Steak Punya Paket Platteran Iga Super Komplit yang Wajib Dicoba Pas Kulineran Rame-rame

Aktivitas seperti mencabut rumput, menyetrika, maupun pekerjaan rumah tangga lainnya dapat memicu keluhan apabila dilakukan dengan postur yang kurang tepat.

Dorong Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan Preventif

Melalui kegiatan tersebut, manajemen RSUD R. Moh. Noh Nur Leuwiliang berharap masyarakat Kabupaten Bogor semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum muncul gangguan yang lebih serius.

Semangat HUT ke-81 RI pun diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun masyarakat yang lebih aktif, bugar, dan produktif.

Dengan menerapkan pola hidup sehat serta meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit, masyarakat diharapkan dapat terus menjaga kualitas hidup sekaligus berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
bogor leuwiliang senam RSUD R Moh Noh Nur