RSUD R Moh Noh Nur Edukasi Pasien dan Keluarga tentang TB RO, Tekankan Kepatuhan Pengobatan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:38 WIB
Kegiatan sosialisasi pencegahan TB RO di Ruang Rawat Inap Bougenville 02, RSUD R Moh Noh Nur, Rabu 19 Agustus 2026.
Kegiatan sosialisasi pencegahan TB RO di Ruang Rawat Inap Bougenville 02, RSUD R Moh Noh Nur, Rabu 19 Agustus 2026.

RADAR BOGOR – Upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) terus dilakukan RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang.

RSUD R Moh Noh Nur kembali memberikan edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga sebagai langkah memperkuat pencegahan serta membantu memutus rantai penularan tuberkulosis.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Ruang Rawat Inap Bougenville 02, RSUD R Moh Noh Nur Rabu 19 Agustus 2026.

Edukasi secara khusus menyasar pasien yang sedang menjalani perawatan beserta anggota keluarga yang mendampingi.

Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang menggunakan metode komunikasi interaktif untuk menyampaikan berbagai informasi mengenai TB RO.

Materi yang diberikan mencakup bahaya TB RO, langkah pencegahan, hingga pentingnya menjalani pengobatan secara disiplin.

Baca Juga: Bansos Susulan PKH BPNT Tahap 3 Berlangsung, KPM Baru Geser Penerima Lama? 

Pihak rumah sakit menilai kegiatan edukasi tersebut penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien maupun keluarga.

Pemahaman mengenai pencegahan TB RO, kepatuhan menjalani terapi sampai selesai, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi bagian penting yang ditekankan dalam sosialisasi.

Keluarga Punya Peran Penting Cegah Penularan TB RO

Penanganan TB RO membutuhkan perhatian lebih serta kedisiplinan yang tinggi. Selain penanganan medis, dukungan dari orang-orang terdekat pasien juga memiliki peran penting selama proses pengobatan.

Tim penyuluh menjelaskan bahwa keberhasilan terapi TB RO sangat berkaitan dengan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sesuai anjuran dan menyelesaikan seluruh rangkaian pengobatan tanpa terputus.

Karena itu, keluarga diharapkan tidak hanya memberikan dukungan secara emosional, tetapi juga membantu pasien menjaga kedisiplinan selama menjalani terapi.

Melalui edukasi tersebut, pasien dan keluarga diharapkan semakin memahami berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah TB RO sekaligus ikut berkontribusi dalam menghentikan rantai penularan tuberkulosis di lingkungan masyarakat.

Edukasi Bantu Kurangi Stigma terhadap TB RO

Sosialisasi yang diberikan rumah sakit juga mendapat respons positif dari keluarga pasien.

Informasi yang disampaikan dinilai memberikan pengetahuan baru sekaligus membantu mengurangi stigma yang masih melekat terhadap penanganan TB RO.

Pemahaman yang lebih baik mengenai penyakit dan proses pengobatannya diharapkan dapat memberikan dukungan mental bagi pasien.

Dengan begitu, pasien dapat menjalani proses terapi secara lebih kuat dan berkomitmen menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.

Baca Juga: Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha Turbo, Adu Kencang, Irit BBM dan Fitur Canggih

RSUD Leuwiliang Perkuat Edukasi Kesehatan

Manajemen RSUD R Moh Noh Nur Leuwiliang memastikan kegiatan edukasi kesehatan secara langsung akan terus dilakukan secara rutin di sejumlah unit rawat inap.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada aspek preventif dan promotif.

Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pasien, serta keluarga diharapkan dapat menciptakan lingkungan rumah sakit yang lebih suportif dan responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bogor. (***)

Editor : Yosep Awaludin
edukasi kesehatan tuberkulosis RSUD R Moh Noh Nur