Perjalanan AKP Silfi Adi Putri, dari Kapolsek hingga Kasat PPA dan PPO Polres Bogor

Abilly Muhamad • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:02 WIB
Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri. (Billy/Radar Bogor)
Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri. (Billy/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Sebelum menjabat sebagai Kepala Satuan (Kasat) Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Sat Res PPA dan PPO) Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri memiliki perjalanan hingga mencapai jabatan yang saat ini diemban sebagai Kasat PPA dan PPO Polres Bogor.

AKP Silfi merupakan kelahiran tahun 1994 menjadi satu-satunya kepala satuan wanita di Polres Bogor dan membagikan perjalanannya hingga saat ini menjabat sebagai Kasat PPA dan PPO Polres Bogor.

Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia lulus tahun 2021 di SMAN 1 Cibinong. Ketika itu, dirinya belum terpikirkan cita-cita untuk menjadi seorang anggota polisi.

Baca Juga: Polres Bogor Bongkar Peredaran Merkuri Ilegal, Sita Hampir 1 Ton Barang Bukti Siap Edar

"Dulu saya cita-cita tuh jadi ini kalau gak guru dokter gitu," kata AKP Silfi kepada Radar Bogor.

Namun pada suatu hari Polsek Cibinong melakukan sosialisasi di sekolah tempatnya menimba ilmu dan menjelaskan terkait kepolisian.

"Beliau menerangkan bahwa polisi tuh gini, akhirnya bawa brosur pulang dari sekolah ke rumah, ngomong sama orang tua, sama kakek, nenek saya mau daftar," jelasnya.

Sejak saat itu AKP Silfi pun memberanikan diri mendaftar sebagai anggota polisi di Polres Metro Depok pada tahun 2012 dan dinyatakan lulus ketika baru daftar pertama kali.

Ketika telah lulus akademi kepolisian tahun 2012, ia menjalani pendidikan selama empat tahun di Akademi Kepolisan (Akpol) Semarang hingga tahun 2016.

Usai lulus menjalani pendidikan Akpol tahun 2016, penempatan pertama Silfi yaitu sebagai Pama Polda Jawa Barat (Jabar).

Setelah beberapa bulan bertugas di Polda Jabar ia kemudian dimutasi ke Polres Bogor.

"Saya mendapatkan mutasi waktu itu pertama kali di Polres Bogor tahun 2016," tuturnya.

Saat mutasi ke Polres Bogor, Silfi mendapat amanah menjabat pertama kali sebagai Kanit PPA Polres Bogor.

Ketika menjabat Kanit PPA sekitar satu tahun, Silfi melahirkan anak pertamanya sehingga meminta istirahat sejenak yang bertugas di bagian Humas Polres Bogor.

Seiring berjalannya waktu, Silfi kemudian ditempatkan lagi di bagian Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA pada tahun 2020.

"Mulai Covid itu saya jadi Kanit PPA lagi kurang lebih setahun lagi jadi Kanit PPA," ujarnya.

Usai menjabat sebagai Kanit PPA, Silfi llau daftar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) yang langsung lolos hingga menjalani pendidikan PTIK pada tahun 2021 hingga 2022.

Pasca lulus PTIK, AKP Silfi ditempatkan di tempat baru di Mabes Polri bagian Divisi Humas Polri dan setelah setahun di sana ia dimutasi kembali ke Polda Jawa Barat.

"Polda Jabar waktu itu tahun 2023, ditempatkan langsung di Polres Bogor lagi, sebagai Kanit PPA, ketiga kalinya waktu itu," ungkapnya.

Ketika kembali sebagai Kanit PPA, Silfi melahirkan anak keduanya dan sampai September 2023 pasca melahirkan, dirinya kembali dimutasi ke Polsek Klapanunggal dan menjabat sebagai kapolsek.

"Kapolsek Klapanunggal 2023 sampai kemarin akhir 2025 sekitar bulan Agustus, penempatan lagi di SDM Polres," katanya.

Saat menjabat di bagian SDM Polres Bogor, Silfi ditunjuk langsung untuk memimpin Kasat PPA dan PPO Polres Bogor hingga saat ini.

"Informasi bahwa Polres Bogor ditunjuk untuk ada satuan baru, jadi satuan reserse PPA dan PPO, di Jawa Barat ini baru ada dua ya, Karawang dan Bogor yang ditunjuk akhirnya saya ditunjuk lagi untuk menjadi Kasat PPA dan PPO hingga sekarang," terangnya.

Menduduki sebagai Kasat PPA dan PPO Polres Bogor, Silfi mengaku tantangan sangat cukup berat meski sudah tiga kali menjabat sebagai Kanit.

Tantangan yang cukup dinggap berat itu yaitu terkait perkara yang cukup banyak dengan personel mungkin masih minim, tetapi dirinya tetap berusaha maksimal.

"Allhamdilillah dapat pimpinan Kapolres yang sangat mendukung dalam program dengan memfasilitasi kami ruangan-ruangan yang cukup layak kami melakukan pemeriksaan," jelas Silfi.

"Jadi saya tetap memotivasi dari anggota untuk tetap upaya maksimal melakukan penanganan terhadap kasus yang ada di Polres Bogor terutama kekerasan terhadap perempuan dan anak," sambungnya.

Ia menambahkan, selain tantangan itu ada juga tantangan lain, seperti perkara yang ditanganinya.

Menurutnya, setiap bulan laporan yang masuk mayoritas kasus dengan korban anak.

"Memang 50 persen lebih dari LP yang masuk setiap bulannya itu adalah kasus-kasus anak," imbuhnya.

Meski harus bersikap profesional dalam menangani perkara, Silfi mengaku kerap kali perkara itu menyentuh ke hati.

Ia mencontohkan seperti pada tahun 2023 di Kabupaten Bogor terjadi kasus bayi tertukar. Baginya, perkara itu sangat menyentuh hati karena hampir selama satu tahun dia terpisah dari orang tua kandungnya.

"Allhamdilillah bisa kembali ke orang tua masing-masing, terus ada lagi juga yang agak zaman sekarang ini kita tidak lihat pelaku itu orang di luar dari keluarga, mayoritas perkara terhadap anak itu pelakunya lingkungan sekitar," paparnya.

Bagi Silfi, dari perjalanan yang telah dilalui, pencapaian yang paling membanggakan yakni menempati jabatan yang saat ini diemban sebagai Kasat PPA dan PPO Polres Bogor.

"Itu merupakan kebanggan buat saya ditunjuk oleh pimpinan menjadi Kasat Res PPA dan PPO Polres Bogor," pungkasnya. (abl)

Editor : Eka Rahmawati
Silfi Adi Putri kasat ppa polres bogor