RADAR BOGOR — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 98 kasus kebakaran lahan terbuka selama musim kemarau berlangsung sejak awal bulan Juni hingga, Jumat, 4 September 2026.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan kebakaran lahan tersebut dipicu oleh sejumlah faktor, beberapa di antaranya berkaitan dengan aktivitas masyarakat.
“98 kebakaran lahan terbuka,” ujar Yudi saat dikonfirmasi mengenai jumlah kebakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.
Menurutnya, pembakaran sampah menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran lahan. Selain itu, puntung rokok yang dibuang sembarangan juga berpotensi memicu munculnya api, terutama saat kondisi lahan kering.
“Pembakaran sampah, pembuang puntung rokok dan ada beberapa yang tidak diketahui penyebabnya,” ungkapnya.
Meski kebakaran lahan cukup banyak terjadi selama musim kemarau, Yudi menyebut kebakaran bangunan justru menjadi tantangan yang lebih sulit bagi petugas Damkar dalam proses pemadaman.
Terlebih, kebakaran yang terjadi di bangunan pabrik memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi karena di dalamnya dapat terdapat berbagai bahan yang mudah terbakar.
“Kesulitannya kita belum punya unit foam,” tutur Yudi.
Ia menambahkan, untuk meningkatkan kemampuan penanganan kebakaran, Damkar Kabupaten Bogor berencana melakukan pengadaan unit foam pada akhir tahun ini. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati