RADAR BOGOR - Durian Cengal semakin dikenal di kalangan pecinta durian. Cita rasanya yang khas, durian lokal asal Kampung Cengal, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ini tidak kalah legit dengan durian lain.
Di kampung tersebut, hampir semua warganya berkecimpung di bisnis durian. Salah satunya Mawi, yang juga ketua RT 03/05 Kampung Cengal Sirnagalih.
Saat ini, ia mengelola sekitar 4 hektare lahan kebun yang berisi pohon durian, manggis, hingga campedak. Buah-buahan tersebut memang telah jadi komoditas unggulan Kampung Cengal, Desa Karacak.
"Memang Durian Cengal yang paling banyak dicari, karena memang dari sini asal Durian Cengal," ungkap Mawi kepada Radar Bogor.
Baca Juga: Sopir Angkot dan Pengusaha Minta Aturan Usia 20 Tahun Diperpanjang, DPRD Bogor Buka Ruang Mediasi
Sekilas, kata dia, tidak ada perbedaan signifikan antara Durian Cengal dengan durian lokal lainnya. Ukurannya pun bervariasi, mulai dari kecil, hingga besar seperti Durian Montong.
Untuk rasanya, Durian Cengal memiliki cita rasa yang khas. Ada manis, sedikit pahit, dan wangi yang cukup menyengat.
"Kalau dimakan, rasanya di mulut itu nempel," tutur Mawi.
Mawi mengaku sudah 25 tahun sejak awal berbisnis durian. Awalnya, kawasan Kampung Cengal hanya diisi oleh kebun cengkeh. Namun seiring waktu, warga setempat mulai menanam durian secara alami sehingga kebun cengkeh mulai hilang.
"Sekitar tahun 1990-an, mulai berubah dari kebun cengkeh, sekarang jadi kebun durian. Saya sendiri kelola sekitar 300 batang pohon durian," jelasnya.
Siklus panen Durian Cengal menurut Nawi tidak menentu. Umumnya hanya satu tahun sekali. Namun jika sedang beruntung, pohon Durian Cengal bisa berbuah hingga dua - tiga kali dalam satu tahun.
"Bagusnya saat musim kemarau, tapi masih ada hujan satu dua hari. Itu bagus hasil buahnya," beber Mawi.
Untuk harganya sendiri, Mawi menawarkan harga yang bervariasi, tergantung ukuran buah durian. Mulai dari Rp35 ribu, hingga Rp.200 ribu dengan ukuran besar dan kualitas premium.
Lantaran sudah cukup dikenal, ia tidak perlu lagi mencari pelanggan. Sekarang, banyak pecinta durian asal Jabodetabek yang datang langsung ke rumah Mawi untuk mencicipi durian.
"Awalnya saya sempat antar sampai ke Jakarta, sekarang pelanggan banyak yang datang langsung, bahkan dari perusahaan juga datang rombongan," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati