Cumi dan Sotong Beku Asal Caringin Bogor Tembus Pasar Jepang, Diskanak Perkuat Standar Mutu

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 14:00 WIB
Pelatihan Good Manufacturing Practice kepada pelaku usaha cumi dan sotong beku di Caringin Bogor.
Pelatihan Good Manufacturing Practice kepada pelaku usaha cumi dan sotong beku di Caringin Bogor.

RADAR BOGOR – Produk hasil olahan perikanan dari Kabupaten Bogor berhasil menembus pasar internasional. Cumi dan sotong beku yang diproduksi sebuah perusahaan di Caringin kini seluruh produksinya dipasarkan hingga ke Jepang.

Keberhasilan produk cephalopoda beku asal Caringin itu menjadi salah satu peluang pengembangan sektor perikanan Kabupaten Bogor. 

Pemkab Bogor melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) pun terus mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas pelaku usaha agar produk lokal mampu bersaing, baik di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor.

Penguatan standar mutu dan keamanan pangan menjadi salah satu perhatian utama Pemkab Bogor dalam mendukung produk perikanan lokal memasuki pasar internasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP), Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP).

Serta Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) kepada pelaku usaha di PT Darma Mulia Makmur, Kecamatan Caringin, Senin 1 September 2026.

Baca Juga: Cair September 2026! Simak 6 Tambahan Penghasilan untuk Guru ASN dan Honorer

Pelatihan tersebut diberikan oleh Petugas Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Diskanak Kabupaten Bogor.

Materi yang disampaikan meliputi penerapan standar produksi yang baik, prosedur sanitasi, hingga langkah pengendalian berbagai potensi bahaya yang dapat muncul selama proses pengolahan produk pangan.

PT Darma Mulia Makmur merupakan perusahaan yang berdiri sejak 2022 dan bergerak di bidang pengolahan produk cephalopoda beku, khususnya cumi dan sotong.

Produk yang dihasilkan perusahaan tersebut seluruhnya dipasarkan ke Jepang untuk memenuhi kebutuhan industri kuliner, termasuk sebagai salah satu bahan baku untuk olahan sashimi.

Permintaan dari pasar Jepang terhadap produk perikanan tersebut menjadi peluang yang cukup besar bagi pengembangan industri perikanan di Kabupaten Bogor.

Namun, untuk menjaga keberlanjutan akses ke pasar ekspor, pelaku usaha perlu mempertahankan konsistensi kualitas produk serta memenuhi berbagai persyaratan terkait higiene, sanitasi, dan keamanan pangan.

Penerapan standar GMP, SSOP, dan HACCP menjadi bagian penting dalam menjaga mutu produk sejak proses produksi hingga produk siap dipasarkan.

Baca Juga: Batagor Ikan Special Pa’ Ano, Jajanan Legendaris Sejak 1987 yang Harganya Cuma Rp4 Ribu

Standar tersebut juga dinilai dapat meningkatkan daya saing produk olahan perikanan asal Kabupaten Bogor di pasar internasional.

Keberhasilan produk cumi dan sotong beku dari Kecamatan Caringin memasuki pasar Jepang menjadi gambaran bahwa sektor perikanan Kabupaten Bogor memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Selain memperluas pasar bagi produk lokal, pengembangan industri pengolahan perikanan juga berpeluang meningkatkan aktivitas ekonomi serta membuka kesempatan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bogor. (***)

Editor : Yosep Awaludin
sotong beku bogor produk olahan CUmi