Bomang Bogor Didorong Jadi Sentra Ketahanan Pangan, Lahan Pertanian Mulai Dioptimalkan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 14:12 WIB
Tampak kondisi lahan di Jalan Raya Bomang yang dikelola jadi lahan pertanian.
Tampak kondisi lahan di Jalan Raya Bomang yang dikelola jadi lahan pertanian.

RADAR BOGOR – Kawasan Bomang, Kabupaten Bogor, mulai dioptimalkan sebagai salah satu kawasan pendukung ketahanan pangan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengelolaan lahan pertanian secara bertahap di Bomang, mulai dari penataan lahan, pembuatan bedengan, penanaman bibit hingga perawatan tanaman.

Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/SK bersama kelompok tani dan sejumlah perangkat daerah terlibat langsung dalam proses pengembangan lahan tersebut.

Kegiatan berlangsung di Jalan Raya Bomang, Kamis 3 September 2026, dan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. 

Personel Satgas bersama tim pendukung dikerahkan untuk memastikan setiap proses pengelolaan lahan berjalan sesuai pembagian tugas.

Satgas Pengawal Indonesia Emas Han Pangan Korem 061/SK Mayor Inf Eka P mengatakan, optimalisasi kawasan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan kelompok tani serta dukungan dari perangkat daerah yang memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian.

Baca Juga: Kekeringan di Jonggol, Pemkab Bogor dan LAZ Rabbani Salurkan 8.000 Liter Air Bersih

Menurutnya, proses pengelolaan tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup perawatan serta penataan lahan agar seluruh area dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Pengelolaan lahan terus kami lakukan secara bertahap. Kegiatannya meliputi pemeriksaan kondisi lahan, penyiraman tanaman, pembuatan bedengan, penanaman, sampai penataan kawasan. Kami berharap seluruh lahan bisa dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang ketahanan pangan,” ujar Mayor Inf Eka P.

Penyiraman Tanaman Dilakukan Dua Kali Sehari

Dalam kegiatan tersebut, Satgas bersama Kelompok Tani Suryakancana terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap kondisi lahan sekaligus mengatur pembagian tugas di lapangan.

Perawatan tanaman berupa penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari. Aktivitas tersebut difokuskan di area 12, 13, 14, dan 15.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi tanaman agar tetap mendapatkan pasokan air yang cukup selama proses pertumbuhan.

Area Bomang Dikembangkan dengan Bedengan dan Alat Berat

Pengembangan kawasan pertanian juga dilakukan melalui pembuatan bedengan di area 16 dan 17.

Bedengan disiapkan sebagai bagian dari penataan lahan untuk mendukung proses budidaya tanaman.

Sementara itu, area 2 mendapat penanganan menggunakan alat berat berupa dozer dan beko.

Penggunaan alat berat tersebut dilakukan untuk meratakan permukaan lahan agar lebih siap dimanfaatkan.

Pada area 14, tim juga mulai menanam bibit cabai dan tomat. Bibit tersebut ditanam pada lubang yang telah tersedia pada mulsa.

Baca Juga: Cumi dan Sotong Beku Asal Caringin Bogor Tembus Pasar Jepang, Diskanak Perkuat Standar Mutu

Khusus tanaman tomat, tim turut memasang turus sebagai penyangga. Pemasangan tersebut dilakukan untuk membantu tanaman tumbuh lebih baik dan tetap kokoh selama proses perkembangan.

Libatkan TNI, Pemkab Bogor hingga Kelompok Tani

Pengelolaan lahan pertanian di kawasan Bomang melibatkan berbagai unsur. Selain personel Korem 061/SK dan tim penggerak, kegiatan tersebut turut didukung tim dari Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, serta Kelompok Tani Suryakancana.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pengelolaan pertanian yang dilakukan secara bersama-sama.

Mayor Inf Eka P menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dinas teknis, dan kelompok tani memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan pengembangan kawasan pertanian di Bomang.

Menurutnya, sinergi lintas sektor diperlukan agar lahan yang telah tersedia tidak hanya dikelola, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat secara berkelanjutan.

“Target kami kegiatan ini dapat terus berjalan dengan melibatkan semua pihak. Ketika sinergi terbangun dengan baik, lahan yang tersedia bisa semakin produktif dan memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan,” katanya.

Bomang Diproyeksikan Jadi Lahan Pertanian Produktif

Optimalisasi kawasan Bomang diharapkan tidak berhenti pada proses penataan dan penanaman.

Pengelolaan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar kawasan tersebut dapat berkembang menjadi lahan pertanian produktif.

Baca Juga: BAIC BJ40 Ridwan Hanif Dipersiapkan Jadi Mobil Rally, Modifikasi Mulai Rp50 Jutaan

Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, perangkat dinas, dan kelompok tani diharapkan mampu memperkuat pemanfaatan lahan sekaligus mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

Dengan pengelolaan yang dilakukan secara bertahap, kawasan Bomang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pengembangan sektor pertanian dan menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. (***)

Editor : Yosep Awaludin
bogor bomang lahan pertanian