RADAR BOGOR – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB) Helianthus Unpak melakukan pelatihan budidaya maggot dan pembuatan pupuk kandang di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Mekarjaya tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat PPK Ormawa HMB Helianthus Unpak Bogor.
Pelatihan PPK Ormawa HMB Helianthus Unpak Bogor ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan warga Mekarjaya dalam mengolah bahan organik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.
Baca Juga: Mahasiswa Unpak Bogor Ajak Warga Mekarjaya Olah Limbah Jadi Eco Enzyme dan Kompos
Pelatihan diikuti berbagai unsur masyarakat Desa Mekarjaya. Mulai dari ketua RT dan RW, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, BUMDes, kelompok tani, hingga masyarakat umum turut terlibat dalam kegiatan.
Sejumlah pihak juga hadir, di antaranya Kepala Desa Mekarjaya Yasin, S.H., dosen Biologi FMIPA Universitas Pakuan Dr. Wahyu Prihatini, M.Si., dosen pembimbing PPK Ormawa Drs. Cecep Sudrajat, M.Pd., Ketua Forum Kampung Ramah Lingkungan (FKRL) Kecamatan Ciomas Yeni Mulyaningsih, serta pendamping dari Dinas Lingkungan Hidup, Tati Ernawati dan Suhendri.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan. Ketua FKRL Kecamatan Ciomas Yeni Mulyaningsih mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Baca Juga: Panduan Bayar Ujian SKD Sekolah Kedinasan 2026 via ATM BNI, BRI, Mandiri, dan BCA
Ia menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, pengelolaan lingkungan dapat dimulai melalui kegiatan sederhana yang mampu dilakukan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Komitmen bersama tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan berita acara oleh Kepala Desa Mekarjaya Yasin, S.H. dan Ketua FKRL Kecamatan Ciomas Yeni Mulyaningsih. Prosesi tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah desa, perguruan tinggi, lembaga lingkungan, dan masyarakat.
Belajar Budidaya Maggot
Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai budidaya maggot yang disampaikan Divisi BioLarva CyclePPK Ormawa HMB-Helianthus.
Baca Juga: Waspada! Abu Vulkanik Krakatau Sampai ke Bogor, Bisa Bikin Iritasi Mata dan Ganggu Pernapasan
Dalam pelatihan tersebut, warga diperkenalkan pada maggot sebagai salah satu pilihan dalam mengelola bahan organik. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selanjutnya, Divisi Eco-Cycle memberikan materi mengenai pembuatan pupuk kandang. Peserta diajak memahami bagaimana bahan organik dapat diolah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.
Tak berhenti pada teori, kedua materi tersebut dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta mengikuti tahapan budidaya maggot dan pembuatan pupuk kandang sehingga dapat memahami prosesnya secara lebih mudah dan aplikatif.
Antusiasme warga terlihat sepanjang pelatihan. Peserta aktif mengikuti praktik, berdiskusi dengan pemateri, serta mengajukan pertanyaan mengenai cara mengelola bahan organik agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Penerbangan Terganggu Erupsi Gunung Anak Krakatau, PT KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tetap Lancar
Dorong Masyarakat Lebih Mandiri
Melalui kegiatan ini, PPK Ormawa HMB-Helianthus berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa diterapkan secara mandiri.
Budidaya maggot dan pembuatan pupuk kandang diharapkan menjadi salah satu alternatif pengelolaan limbah organik sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya di bidang pertanian.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi dan penutupan. Bagi mahasiswa, pelatihan tersebut menjadi bentuk implementasi ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
PPK Ormawa HMB-Helianthus Universitas Pakuan juga mendorong keberlanjutan kolaborasi bersama Pemerintah Desa Mekarjaya, FKRL Kecamatan Ciomas, Dinas Lingkungan Hidup, dan masyarakat.
Baca Juga: Mahasiswa Unpak Bogor Perkuat Desa Sehat Mekarjaya Lewat Website hingga Produk Herbal
Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemberdayaan warga sekaligus mendorong Desa Mekarjaya menjadi lingkungan yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya organik.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga