RADAR BOGOR – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar hingga wilayah Kabupaten Bogor membuat masker mendadak menjadi barang yang paling dicari warga, Minggu, 6 September 2026.
Pantauan Radar Bogor, sejumlah minimarket di wilayah Kabupaten Bogor mulai dari Cibinong hingga Dramaga terpantau kehabisan stok masker.
Rak-rak yang biasanya menyediakan masker medis maupun masker sekali pakai tampak kosong, warga yang datang untuk membeli pun terpaksa harus mencari ke tempat lain.
Namun, bukan perkara mudah. Sejumlah warga mengaku telah berkeliling dari satu toko ke toko lainnya, tetapi masker yang dicari tak kunjung ditemukan.
Terpantau hingga pukul 21.50 WIB, masih terdapat warga yang berkeliling mencari masker di sejumlah lokasi.
Baca Juga: IPB Berlakukan Kuliah Secara Daring 2 Hari di Tengah Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Salah satunya Hanif (29), mengaku sejak sore telah mencari masker ke sejumlah tempat karena khawatir dengan paparan abu vulkanik yang mulai terasa di wilayah Kabupaten Bogor.
“Kita dari tadi sudah cari masker ke mana-mana, tapi pada habis semua,” ujar Hanif saat ditemui di salah satu minimarket di Kecamatan Dramaga, Minggu, 6 September 2026.
Hanif menuturkan, pencarian masker bahkan sudah dilakukan ke sejumlah minimarket, mulai dari Alfamart, Indomaret hingga Niceso.
Tak hanya minimarket, Hanif juga mencoba mencari masker di toko-toko pinggir jalan yang selama ini biasa menjual perlengkapan tersebut.
Hasilnya sama, stok masker di sejumlah toko yang didatanginya juga sudah habis diborong warga.
“Di toko-toko pinggir jalan yang biasa jualan juga pada habis,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat suasana malam di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor sedikit mengingatkan warga pada masa awal pandemi Covid-19.
Ketika itu, masker menjadi salah satu barang yang paling diburu masyarakat dan sempat sulit ditemukan di pasaran.
Kini, situasi serupa kembali terlihat. Bedanya, kali ini warga berbondong-bondong mencari masker sebagai perlindungan dari abu vulkanik yang menyebar setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Sudah kayak awal pandemi covid 19, nyari masker susah," tutur Hanif.
Baginya, mendapatkan masker malam itu bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan menjadi bentuk kewaspadaan menghadapi kondisi udara yang terdampak sebaran abu vulkanik. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati