RADAR BOGOR – Upaya penanganan kebakaran di sekitar TPAS Galuga terus dilakukan Pemkab Bogor bersama berbagai unsur terkait.
Kobaran api yang sempat muncul di sejumlah titik kini berangsur terkendali setelah petugas melakukan pemadaman melalui jalur darat dan udara.
Penanganan tersebut melibatkan TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat.
Fokus utama petugas saat ini adalah melokalisir sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap sekaligus mencegah api kembali merambat.
Titik Api Berkurang Sejak Tengah Malam
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, kebakaran sempat merembet ke beberapa area di sekitar TPAS Galuga.
Namun, koordinasi antara pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat membuat kondisi kebakaran dapat dikendalikan secara bertahap.
Baca Juga: Mau Upgrade Suspensi Motor Matic? Ini 10 Pilihan Shockbreaker dan Harganya
Menurut Rudy, pada sekitar pukul 23.00 WIB masih terdapat cukup banyak titik api. Setelah dilakukan penanganan bersama, kondisi mulai membaik sekitar tengah malam.
Perkembangan positif kembali terlihat pada pukul 03.00 WIB ketika jumlah titik api berkurang cukup signifikan. Hingga sekitar pukul 05.00 WIB, titik api kembali mengalami penurunan.
Rudy menyampaikan bahwa proses penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh TNI, Polri, Damkar, BPBD, serta sejumlah kelompok masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
TPAS Galuga Digunakan Kabupaten dan Kota Bogor
TPAS Galuga sendiri merupakan fasilitas pembuangan sampah yang dimanfaatkan oleh dua wilayah pemerintahan, yakni Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.
Dari total luas kawasan mencapai sekitar 42 hektare, sekitar 4 hektare merupakan bagian wilayah Kabupaten Bogor. Sementara itu, sekitar 38 hektare berada di wilayah Kota Bogor.
Besarnya kawasan tersebut membuat proses penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi lintas instansi untuk memastikan titik api tidak meluas ke area lainnya.
Pemadaman dari Udara Gunakan Water Bombing
Selain mengandalkan petugas di darat, proses pemadaman juga diperkuat dengan operasi dari udara.
Dukungan diberikan TNI Angkatan Darat melalui Halang Pos Atang Senjaya dengan mengerahkan helikopter untuk menjalankan metode water bombing.
Air dijatuhkan dari udara ke titik-titik yang masih mengalami kebakaran maupun mengeluarkan asap.
Rudy berharap upaya tersebut dapat membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus membuat titik-titik api yang tersisa benar-benar terlokalisir.
Baca Juga: Basecamp Gunung Pancaniti, Spot Ngopi Santai di Puncak 2 dengan View Gunung Batu
Pemkab Bogor bersama seluruh unsur yang terlibat terus berupaya agar titik api yang masih mengeluarkan asap dapat segera ditangani hingga kondisi dinyatakan aman.
Api Tidak Masuk Area TPA Baru
Rudy juga memastikan kobaran api tidak sampai masuk ke area TPAS Galuga yang baru.
Sejak proses penanganan dimulai, petugas bersama unsur terkait telah membuat parit dan batas pengamanan di sekitar lokasi.
Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi agar api tidak menjalar menuju area persampahan yang baru digunakan.
Dengan adanya parit dan batas pengamanan tersebut, pergerakan api dapat ditahan sehingga tidak merambat ke area TPA baru.
Sekitar 5 Hektare Area Terbakar
Berdasarkan hasil pendataan sementara hingga pagi hari, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare.
Namun, Rudy menegaskan bahwa area seluas itu berada di luar kawasan TPAS Galuga, bukan pada area utama tempat pembuangan sampah.
Inventarisasi luas lahan yang terbakar dilakukan secara bersama-sama untuk mendapatkan gambaran kondisi di lapangan sekaligus menjadi bagian dari proses penanganan kebakaran.
Gubuk Warga di Sekitar TPA Dikosongkan
Selain memprioritaskan pemadaman, Pemkab Bogor juga memberikan perhatian terhadap keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan kebakaran.
Pemerintah telah melakukan pendataan terhadap warga dan memastikan tidak ada masyarakat yang berada di dalam titik-titik yang sedang terbakar.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu 2027: Usia di Atas 35 Tahun Dialihkan ke Penuh Waktu Tanpa Tes
Rudy menjelaskan, tidak terdapat kawasan permukiman atau perkampungan di dalam area TPAS Galuga. Permukiman masyarakat berada di luar kawasan tersebut.
Meski demikian, terdapat sejumlah gubuk yang biasa digunakan sebagai tempat beristirahat oleh masyarakat yang mencari nafkah di sekitar TPAS Galuga.
Untuk mencegah risiko terhadap keselamatan, gubuk-gubuk tersebut telah dikosongkan sejak Senin sore ketika kebakaran mulai terjadi.
Pemkab Bogor bersama unsur terkait mengambil langkah tersebut agar masyarakat tidak berada terlalu dekat dengan lokasi yang masih terdapat titik api.
Tidak Ada Korban Jiwa
Di tengah proses penanganan kebakaran yang berlangsung, Rudy memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ia menyampaikan rasa syukur karena seluruh proses evakuasi dan pengamanan masyarakat di sekitar lokasi dapat dilakukan sehingga tidak terdapat korban jiwa akibat kebakaran di kawasan Galuga.
Petugas gabungan hingga kini masih melanjutkan pemantauan dan penanganan terhadap titik-titik yang mengeluarkan asap untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali meluas. (***)
Editor : Yosep Awaludin