RADAR BOGOR – Warga di sekitar Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, kembali menghadapi gangguan udara.
Setelah sebelumnya terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, warga kini harus berhadapan dengan asap dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.
Asap kebakaran mulai dirasakan warga pada Selasa, 8 September 2026 pagi, kondisi tersebut membuat udara di sekitar permukiman terasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas warga.
Salah seorang warga, Itoh (70), mengatakan asap lebih terasa pada pagi hari. Sementara pada malam sebelumnya, warga masih lebih banyak melihat kobaran api di area TPA.
Baca Juga: Jadwal Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West Berubah, Catat Tanggalnya
“Waktu malam belum kerasa, kalau semalam kita cuma ngelihat api, kalau tadi pagi asap,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, keberadaan asap tersebut membuat mata terasa perih hingga mengganggu tenggorokan, Itoh juga mengaku merasakan sesak akibat asap yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Tak hanya mengganggu pernapasan, asap kebakaran TPA juga berdampak terhadap aktivitas sehari-hari warga.
“Pasti ngeganggu lah, ngejemur baju juga pada kotor kena asap gitu,” ungkap Itoh
Kondisi tersebut menjadi gangguan udara kedua yang dirasakan warga dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, warga Galuga terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Pertama abu dari erupsi Gunung Anak Krakatau, terus sekarang digantiin sama asap TPA,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi paparan asap, Itoh menyebut penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan. Namun, ia mengaku masih kerap lupa mengenakan masker saat beraktivitas.
“Meskinya pakai masker, cuma suka lupaan,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati