RADAR BOGOR - Jembatan Leuwiranji yang menjadi akses penting bagi warga di wilayah Desa Sukamulya dan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor mendapat perhatian dari Polda Jawa Barat.
Peninjauan dilakukan pada Rabu (9/9/2026), untuk melihat langsung kondisi jembatan sekaligus menyerap keluhan masyarakat terkait penggunaannya.
Jembatan tersebut merupakan bagian dari akses penghubung antarkecamatan yang memiliki peran penting bagi mobilitas warga.
Baca Juga: Jalur Lari dan Jalan di Lapangan Sempur Tak Kunjung Dipisah, Pemkot Bogor Masih Tunggu Kajian
Selain menjadi jalur menuju Gunung Sindur, keberadaan jembatan ini juga dinilai mempermudah perjalanan masyarakat menuju wilayah Bogor maupun Serpong.
Permukaan Pelat Dinilai Membahayakan Saat Basah
Kepala Desa (Kades) Sukamulya, Ikhwan Nur Arifin mengatakan, salah satu persoalan yang disampaikan saat kunjungan tersebut adalah kondisi permukaan jembatan yang menggunakan pelat besi.
Menurutnya, permukaan pelat menjadi licin ketika terkena air hujan maupun embun pada pagi hari.
Kondisi tersebut dikhawatirkan, meningkatkan risiko pengendara terjatuh saat melintas.
Ikhwan mengusulkan agar permukaan pelat pada jembatan dilapisi aspal hotmix.
Langkah tersebut dinilai, dapat membuat permukaan jalan lebih aman bagi pengendara, terutama ketika kondisi basah.
"Pelat besinya itu licin. Ketika musim hujan atau pagi ada embun, pengendara banyak yang tergelincir. Jadi, ke depan kami minta diperbaiki dan di-hotmix," kata Ikhwan kepada Radar Bogor.
Ia berharap, usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait sehingga tidak sampai menimbulkan korban akibat kondisi permukaan jembatan.
Pemdes Soroti Tonase Kendaraan
Selain persoalan permukaan jalan, Pemerintah Desa Sukamulya juga mengusulkan adanya pengaturan kendaraan berat yang melintas di jembatan.
Pembatasan tonase dianggap penting, untuk menjaga kondisi konstruksi jembatan yang menjadi salah satu akses utama masyarakat.
Baca Juga: Motor Distarter Cuma 'Cetik-Cetik, Tidak Mau Nyala? Ternyata Ini Biang Keroknya
Pemdes juga meminta, jelas dia, pemasangan rambu yang mengatur batas kendaraan sekaligus larangan parkir di sepanjang jembatan.
Usulan yang disampaikan yakni pembatasan kendaraan hingga 8 ton untuk sumbu satu, disertai rambu lalu lintas yang mudah terlihat oleh pengguna jalan.
Ikhwan menilai, pengaturan tersebut perlu dilakukan karena jembatan memiliki fungsi vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Jadi Akses Penting Warga Sukamulya
Jembatan Leuwiranji disebut menjadi salah satu jalur yang cukup strategis bagi warga Desa Sukamulya menuju Gunung Sindur.
Jalur tersebut juga dianggap lebih praktis untuk perjalanan menuju Bogor dibandingkan harus mengambil akses melalui Prumpung.
Kondisi lalu lintas menuju Serpong yang kerap padat, terutama pada pagi hari, turut membuat keberadaan akses alternatif seperti Jembatan Leuwiranji semakin penting bagi masyarakat.
"Ini jembatan satu-satunya akses kita, khususnya Sukamulya dengan Gunung Sindur. Kalau menuju Bogor juga lebih dekat daripada lewat Prumpung," ujarnya.
Polda Jabar Tinjau Kondisi Jembatan
Bhabinkamtibmas Desa Sukamulya, Aiptu Asep Rohmat Mulyana membenarkan, adanya peninjauan terhadap jembatan tersebut.
Kegiatan itu dilakukan, untuk memastikan kondisi salah satu jalur penghubung antarkecamatan tersebut tetap dalam keadaan baik.
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir pihak dari dinas terkait.
Baca Juga: Shawarma Khas Suriah Segera Hadir di Bogor, Bakal Ada Kejutan
Masukan mengenai pelapisan hotmix yang disampaikan Kepala Desa Sukamulya juga telah diteruskan untuk mendapat tindak lanjut.
Asep mengatakan, pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan menyampaikan usulan tersebut kepada pimpinan untuk diproses lebih lanjut.
Jembatan Leuwiranji sendiri masuk dalam daftar Jembatan Merah Putih, sehingga kondisinya menjadi perhatian dalam kegiatan peninjauan tersebut.
Dengan adanya peninjauan ini, masyarakat berharap persoalan permukaan jembatan yang licin, pengaturan tonase kendaraan, serta pemasangan rambu dapat segera mendapat solusi.
Perbaikan dinilai penting, agar akses yang menjadi penghubung warga tersebut tetap aman dan nyaman digunakan. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim