RADAR BOGOR – Wacana pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Bogor Selatan kembali mencuat. Anggota DPRD Jawa Barat Dapil Kabupaten Bogor Fraksi PKS, Dedi Aroza, mendorong tokoh masyarakat wilayah menyusun langkah strategis mempersiapkan proses pemekaran.
Dedi Aroza menilai keinginan masyarakat Bogor Selatan untuk membentuk wilayah administratif baru atau pemekaran wilayah merupakan hal yang wajar.
Menurut Dedi Aroza, pemekaran Bogor Selatan dapat menjadi salah satu jalan untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus mendorong pemerataan pembangunan.
Baca Juga: Yamaha NMAX Old Tiba-Tiba Tidak Bisa Distarter, Ternyata Bukan Aki Tekor
“Saya kira ada keinginan yang wajar dari masyarakat Selatan. Tentu pemekaran ini untuk mempercepat pelayanan masyarakat dan proses pembangunan,” ujar Dedi kepada Radar Bogor, Rabu, 9 September 2026.
Ia menilai persiapan pemekaran Bogor Selatan perlu mulai dilakukan secara lebih serius. Terlebih, wilayah Bogor Barat disebut telah lebih dahulu melangkah dalam proses kajian dan persiapan pembentukan daerah otonomi baru.
Dedi menyebut hasil kajian yang dilakukan Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan Bogor Barat secara umum memperoleh penilaian yang baik terkait kelayakan pemekaran.
Baca Juga: Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Rantau Prapat Dampingi UMKM hingga Naik Kelas
Kondisi tersebut, menurut Dedi, dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat Bogor Selatan untuk mulai melakukan langkah serupa. Apalagi, saat ini telah terdapat Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) yang dapat menjadi wadah dalam mengawal aspirasi pemekaran.
“Saya mengajak para tokoh di Selatan untuk mengambil langkah-langkah strategis. Apalagi sudah ada AMBS, ini satu langkah strategis dan terus lakukan prosesnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Sebagai wakil masyarakat Kabupaten Bogor di DPRD Jawa Barat, Dedi juga menyatakan kesiapannya untuk membuka ruang komunikasi terkait rencana tersebut. Ia mempersilakan berbagai pihak berdiskusi mengenai tahapan maupun kebutuhan dalam proses pemekaran.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Masuk Babak Baru! Data Validasi hingga KKS Baru Ikut Diproses
“Insyaallah saya siap untuk berdiskusi,” katanya.
Sementara itu, terkait kajian khusus mengenai kelayakan Bogor Selatan, termasuk potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dedi mengaku belum memperoleh informasi secara menyeluruh.
Meski demikian, ia meyakini setiap wilayah memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Sebenarnya semua daerah punya potensi,” tandasnya.
Baca Juga: 4 SUV Sederhana Ini Terbukti Lebih Awet dari SUV Mahal, Suzuki Jimny Salah Satunya
Dorongan pemekaran tersebut sebelumnya juga disuarakan tokoh masyarakat Kecamatan Caringin, Saprudin Jepri, dalam Focus Group Discussion (FGD) Kajian Pengembangan Wilayah Bogor Selatan di Ruang Rapat IPW Bapperida, Senin, 7 September 2026.
Jepri menilai Bogor Selatan memiliki sejumlah modal untuk menjadi daerah otonomi baru. Potensi tersebut antara lain jumlah penduduk, sektor pariwisata, aktivitas ekonomi, hingga kontribusi wilayah terhadap PAD Kabupaten Bogor.
Wilayah yang diwacanakan menjadi bagian dari Bogor Selatan meliputi Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, Cijeruk, Ciomas, dan Tamansari. Total penduduk di delapan kecamatan tersebut disebut telah mendekati 785 ribu jiwa.
Baca Juga: Bukan BLT Kesra, Ini Bansos Langsung Tunai Cair September 2026
“Dengan jumlah penduduk saat ini, wilayah Selatan sudah sangat ideal untuk menjadi sebuah kabupaten. Belum lagi aspek penunjang lainnya seperti sektor pariwisata, pertanian, akses infrastruktur dan sebagainya,” ujar Jepri.
Potensi ekonomi kawasan tersebut juga dinilai cukup besar. Kawasan Puncak menjadi salah satu magnet pariwisata, sementara Cigombong dan Caringin memiliki berbagai aktivitas ekonomi serta destinasi wisata yang terus berkembang.
Khusus di Caringin, misalnya, terdapat potensi wisata arung jeram dengan sekitar 16 operator rafting yang memanfaatkan aliran Sungai Cisadane. Selain itu, keberadaan resort, kafe, glamping, dan vila turut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi pariwisata di wilayah tersebut.
Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga Belum Padam, Wakil Wali Kota Bogor: Bara Tersembunyi dan Angin Jadi Tantangan
Namun, besarnya potensi ekonomi dinilai perlu diiringi dengan peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur yang memadai.
Salah satu persoalan yang disoroti Jepri adalah keterbatasan fasilitas pendidikan. Di Kecamatan Caringin, saat ini disebut hanya terdapat satu SMA negeri. Sementara jumlah pendaftar mencapai lebih dari 2.300 orang, sedangkan kuota penerimaan hanya sekitar 350 siswa.
“Minimal dalam satu kecamatan itu dibutuhkan tiga SMA Negeri,” tegasnya.
Baca Juga: Dealer Yamaha Cibinong Tawarkan Motor Matic Custom, NMax hingga Aerox Bisa Diubah Sesuai Selera
Keterbatasan juga dinilai terjadi pada sektor kesehatan. Jepri menyebut wilayah Bogor Selatan masih membutuhkan tambahan rumah sakit daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, fasilitas kesehatan milik pemerintah yang saat ini menjadi rujukan warga di wilayah selatan belum sepenuhnya sebanding dengan jumlah penduduk dan kebutuhan pelayanan.
“Harapan kami setidaknya di wilayah Selatan ini minimal bisa dibangun tiga atau empat RSUD,” pungkasnya.
Baca Juga: Jembatan Leuwiranji Bogor Berbahaya Saat Hujan, Ini Usulan Kades ke Polda Jabar
Dengan kembali menguatnya aspirasi pemekaran, masyarakat Bogor Selatan kini didorong untuk tidak hanya menyuarakan keinginan, tetapi juga mulai menyiapkan kajian dan langkah administratif sesuai aturan yang berlaku.
Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperjelas peluang serta kesiapan Bogor Selatan menuju pembentukan daerah otonomi baru.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga