Perkuat Ekonomi Umat, LAZ Rabbani Ajarkan 10 Penerima Manfaat di Tenjolaya Menyusun Business Plan

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:00 WIB
Pelatihan penyusunan business plan yang digelar di KUA Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Rabu 9 September 2026.
Pelatihan penyusunan business plan yang digelar di KUA Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Rabu 9 September 2026.

RADAR BOGOR – LAZ Rabbani kembali mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi umat 2026. 

Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan penyusunan business plan yang digelar di KUA Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Rabu 9 September 2026.

Pelatihan tersebut diikuti 10 penerima manfaat yang sebelumnya telah melalui proses asesmen.

Kegiatan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan kemampuan menyusun perencanaan usaha secara matang sekaligus mengembangkan usaha yang telah atau akan mereka jalankan.

Penyuluh KUA Kecamatan Tenjolaya, Marpu, S.Pd.I, menjelaskan bahwa keterlibatan KUA dalam program pemberdayaan tersebut tidak sebatas menjadi pelaksana kegiatan.

Menurutnya, KUA memiliki peran sebagai fasilitator, pembina, pendamping, sekaligus penghubung antara program pemerintah dengan masyarakat.

Baca Juga: PKH Validasi Cair Lagi 9 September 2026 dari Bank Mandiri dan BNI, Simak Rincian Nominalnya

“Peran KUA dalam program ini mencakup beberapa aspek, mulai dari menyosialisasikan program kepada masyarakat dan calon penerima manfaat hingga mendampingi mereka dalam mengembangkan usaha,” ujar Marpu.

Ia menjelaskan, KUA turut bertugas mengidentifikasi serta memfasilitasi calon penerima manfaat yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan usaha.

Selain itu, KUA memberikan pembinaan dan pendampingan, termasuk melalui kegiatan pelatihan penyusunan business plan yang dilaksanakan tersebut.

“Kami juga mendorong peningkatan kapasitas usaha, baik dari sisi manajemen, pemasaran maupun pengelolaan keuangan,” jelasnya.

Peran berikutnya adalah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan usaha para penerima manfaat.

Langkah ini diperlukan agar perkembangan usaha tetap terpantau dan dapat diketahui apakah usaha yang dijalankan mengalami kemajuan atau justru menghadapi kendala.

KUA juga berupaya membangun jaringan serta sinergi dengan para pendamping, lembaga keagamaan dan pemerintah.

“Insya Allah, para penerima manfaat nantinya akan kami arahkan untuk bekerja sama dengan POK sebagai jaringan ke bawah, khususnya dalam mendukung pemasaran produk atau usaha mereka,” katanya.

Selain aspek pengembangan bisnis, nilai-nilai keagamaan juga menjadi bagian penting dalam program tersebut.

Para peserta didorong menjalankan kegiatan ekonomi dengan mengedepankan kejujuran, amanah, keadilan, kerja keras serta prinsip usaha yang halal.

Baca Juga: Bantuan Beras 30 Kg Diperpanjang hingga Desember 2026, Ini Kata Menko Airlangga dan Zulkifli Hasan

Menurut Marpu, pemberdayaan ekonomi umat tidak boleh berhenti pada penyaluran bantuan.

Program tersebut harus mampu mendorong penerima manfaat untuk membangun usaha secara mandiri sehingga dapat berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

“Tujuan akhirnya adalah mendorong kemandirian ekonomi umat. Jadi, bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi diarahkan agar menjadi modal produktif untuk membangun usaha yang tumbuh dan berkelanjutan sesuai dengan visi dan misi LAZ Rabbani,” ungkapnya.

Materi Business Plan

Dalam pelatihan penyusunan business plan program pemberdayaan ekonomi umat 2026 tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi penting terkait perencanaan dan pengembangan usaha.

Materi pertama berkaitan dengan pemahaman dasar mengenai business plan. Peserta diberikan pemahaman tentang tujuan, manfaat dan fungsi perencanaan usaha sebelum menjalankan bisnis.

Selanjutnya, peserta diarahkan menyusun profil serta gambaran usaha. Bagian ini mencakup jenis usaha, produk atau jasa yang ditawarkan, visi dan misi usaha, hingga potensi pengembangan ke depannya.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai analisis pasar. Pemahaman terhadap kondisi pasar dinilai penting agar pelaku usaha dapat mengetahui kebutuhan konsumen sekaligus melihat peluang yang tersedia.

Materi lainnya adalah strategi pemasaran. Peserta dibekali pengetahuan mengenai penentuan harga, promosi, distribusi serta pemanfaatan media digital untuk membantu memperluas pemasaran produk.

Dalam aspek operasional, peserta mempelajari kebutuhan bahan baku, proses produksi, kebutuhan tenaga kerja hingga pengelolaan kegiatan usaha.

Pelatihan juga mencakup perencanaan dan pengelolaan keuangan. Peserta diarahkan untuk mampu menyusun rencana penggunaan dana pemberdayaan ekonomi umat secara tepat, produktif, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Ekonomi, LAZ Rabbani Bekali Warga Pelatihan Business Plan di KUA Bogor Utara

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan analisis SWOT untuk membantu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.

Peserta Didorong Kembangkan Usaha Berkelanjutan

Marpu berharap pelatihan tersebut tidak hanya membuat peserta memahami teori mengenai penyusunan business plan, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

Secara khusus, para peserta diharapkan memiliki perencanaan usaha yang jelas, realistis dan sesuai dengan potensi maupun kondisi masing-masing.

“Kami berharap peserta mampu mengelola bantuan secara amanah dan produktif, sekaligus meningkatkan keterampilan kewirausahaan. Dengan begitu, mereka memiliki keberanian dan motivasi untuk terus mengembangkan usaha,” tuturnya.

Dengan kemampuan tersebut, usaha para penerima manfaat diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan keluarga.

Pada akhirnya, program pemberdayaan ekonomi umat diharapkan mampu membangun kemandirian ekonomi secara bertahap sehingga penerima manfaat dapat meningkatkan taraf kehidupannya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Tenjolaya berharap kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata KUA dalam memperkuat pemberdayaan dan kemandirian ekonomi umat di wilayahnya.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat dikembangkan menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat tidak hanya bagi keluarga peserta, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Pemberdayaan Ekonomi Umat Tenjolaya LAZ Rabbani kua