RADAR BOGOR - Dampak kebakaran lahan di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Galuga, Cibungubulang Kabupaten Bogor meluas hingga 7,1 hektare.
Meski demikian, kobaran api cenderung tidak lagi terlihat pada hari ketiga penanganan, Kamis, 10 September 2026. Tampak hanya kepulan asap yang muncul dari sejumlah titik di TPAS Galuga.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan bahwa area yang terdampak kebakaran meluas baik di lahan milik Pemkab Bogor maupun Pemkot Bogor.
"Awal total dari mulai 1,7 hektare, menjadi 5 hektare Sekarang kurang lebih dengan Kota Bogor 7,1 hektare. Tapi 7,1 hektar itu kalau kita lihat secara kasat mata, apinya tidak terlihat," ujar Rudy di lokasi kebakaran TPAS Galuga.
Namun begitu, Rudy menyebut jika masih terdapat api yang menyebar dari dalam gundukan sampah. Sehingga, petugas gabungan bersama unsur masyarakat harus membongkar gundukan sampah yang masih memunculkan asap.
Baca Juga: Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Cikoneng
Bupati Bogor memastikan penanganan kebakaran di TPAS Galuga masih terus berlanjut. Sebab pihaknya menargetkan pelayanan pengiriman sampah dapat berjalan normal kembali pada Jumat, 11 September 2026.
"Karena sampah dari Kota Bogor, sampah dari Kabupaten Bogor tidak bisa kita biarkan ada di tengah kota, harus masuk ke TPA, mudah-mudahan Tuhan berkehendak subuh bisa tuntas bersama-sama," tegas Rudy Susmanto.
Selain metode manual, penanganan kebakaran TPAS Galuga juga masih menggunakan metode water bombing dengan melibatkan TNI AU Lanud Atang Sendjaja.
Danlanud ATS Marsekal Pertama TNI A. Ferdinand Picaulima menjelaskan bahwa penggunaan metode water bombing difokuskan di titik-titik yang telah tersimpan dalam koordinat helikopter. Dalam satu putaran, helikopter dapat menerjunkan air sebanyak hampir 3 ton.
"Hari ini kita terkendala cuaca, jadi kita sudah 5 kali sorti, 5 kali buang. Jadi 15 ton yang sudah kita buang ke titik kebakaran," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati