Hari Kelima Kebakaran TPA Galuga, Pemkot Bogor Koordinasi dengan Pemprov Jabar hingga IPB

Fikri Rahmat Utama • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 23:27 WIB
Petugas melakukan pendinginan di Tempat Pembuangan Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa barat. Kamis (10/9/2026). TPAS Galuga terbakar sejak Senin (7/9) mengakibatkan 7.1 hektar kawasan terbakar hingga hari ke lima penanganan tersebut masih berlangsung. Foto : Hendi Novian / Radar Bogor
Petugas melakukan penanganan kebakaran di TPA Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. (Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor masih terjadi hingga Jumat, 11 September 2026. Kondisi itu membuat Pemkot Bogor menghubungi sejumlah pihak untuk meminta bantuan penanganan.

Api dan kepulan asap pekat kembali terlihat di sisi selatan TPA Galuga sekitar pukul 15.40 WIB. Padahal, area tersebut sebelumnya dinyatakan telah padam dan masuk tahap pendinginan.

Petugas sebelumnya memfokuskan penanganan ke sisi utara karena masih terlihat kepulan asap. Namun, pada Jumat siang, api kembali muncul di sisi selatan yang merupakan area lahan milik Pemkab Bogor.

Kondisi tersebut kembali menimbulkan kepulan asap pekat yang membuat udara di sekitar lokasi tampak gelap. Petugas yang masih berada di lokasi langsung melakukan penanganan terhadap api yang kembali membesar.

Baca Juga: Kebakaran TPA Galuga Bogor Merembet ke Sisi Barat, Lapak Pemulung Hangus

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan laporan terbaru dari lapangan menunjukkan kondisi kebakaran masih mengkhawatirkan. Padahal, berbagai upaya penanggulangan sudah dilakukan bersama Pemkab Bogor dan unsur lainnya.

“Setelah lima hari penanganan penanggulangan kebencanaan kebakaran di wilayah TPAS Galuga, baru saja saya mendapatkan laporan dari lapangan. Kondisi atau situasinya kelihatannya kurang baik, artinya titik-titik api masih terlihat membesar,” kata Dedie, Jumat, 11 September 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditangani secara lebih komprehensif. Pemkot Bogor pun mulai menghubungi sejumlah pihak untuk mendapatkan tambahan dukungan, mulai dari personel, logistik, peralatan hingga bantuan teknologi.

Dedie mengaku telah berkomunikasi dengan  Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Arief Satria untuk mengupayakan modifikasi cuaca. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mendatangkan hujan di kawasan TPAS Galuga yang masih dilanda kebakaran.

“Memang harapan yang utama turunnya hujan, cuma situasi kemarau panjang seperti sekarang, mungkin kita hanya bisa berharap melalui doa agar hujan bisa turun di sana,” ujarnya.

Selain itu, Dedie juga telah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat untuk mendapatkan dukungan personel, logistik, dan peralatan. Pemkot Bogor juga meminta bantuan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dedie mengatakan, Rektor IPB akan mengirimkan beberapa unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran. Jarak kampus IPB Dramaga dengan TPAS Galuga yang relatif dekat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengerahan bantuan tersebut.

“Termasuk barusan saya komunikasi dengan Rektor IPB. Alhamdulillah, malam hari ini Rektor IPB akan mengirimkan beberapa unit damkar untuk bantuan,” katanya.

Menurut Dedie, tambahan kekuatan diperlukan karena kebakaran yang tidak segera ditangani dapat berdampak terhadap kualitas udara. Terlebih, lokasi TPAS Galuga memiliki area yang luas dengan kondisi berbukit dan terjal.

“Kalau tidak ditangani secara bersama-sama, kualitas udara pasti akan semakin memburuk,” ujarnya.

Di lapangan, petugas gabungan dari Pemkot Bogor dan Pemkab Bogor masih melakukan pemadaman dan pendinginan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan alat berat, penyemprotan air, serta pemadaman melalui udara menggunakan water bombing.

Dedie mengatakan seluruh potensi penanggulangan bencana akan terus dilibatkan untuk mempercepat pengendalian kebakaran. Pemkot juga terus mengupayakan sumber air dari sejumlah titik di sekitar lokasi.

“Harapannya ada lebih banyak lagi potensi penanggulangan kebencanaan yang bisa dilibatkan. Kemudian dengan teknologi dan juga dengan semua daya upaya yang bisa kita lakukan,” ucapnya.

Hingga Jumat malam, kondisi kebakaran TPAS Galuga masih menjadi perhatian. Dedie meminta petugas yang bekerja secara bergantian tetap menjaga semangat dalam menangani titik-titik api yang belum terkendali. (uma)

Editor : Eka Rahmawati
bogor pemkot Galuga kebakaran