Api di TPAS Galuga Bogor Tak Terlihat, Rudy Susmanto Gunakan Drone Thermal Deteksi Titik Panas

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:07 WIB
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat memantau titip api di TPAS Galuga, lewat drone thermal Senin 14 September 2026 dini hari. (Foto : Hendi Novian/Radar Bogor)
Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat memantau titip api di TPAS Galuga, lewat drone thermal Senin 14 September 2026 dini hari. (Foto : Hendi Novian/Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Upaya penanganan kebakaran TPAS Galuga, Kabupaten Bogor, terus dilakukan meski api sudah tidak terlihat dari permukaan. 

Untuk memastikan tidak ada titik panas yang luput dari pemantauan, Bupati Bogor Rudy Susmanto menggunakan drone thermal untuk mendeteksi sumber panas yang masih berada di bawah timbunan sampah di TPAS Galuga.

Drone thermal diterbangkan bersama jajaran Pemkab Bogor sekitar pukul 24.00 WIB, Minggu 13 September 2026.

Teknologi tersebut digunakan untuk memetakan titik-titik panas di TPAS Galuga yang tidak dapat terdeteksi hanya dengan pengamatan secara kasatmata.

Dari pemantauan udara, petugas dapat melihat pola dan sebaran panas di bawah permukaan. Informasi tersebut kemudian menjadi acuan untuk menentukan lokasi yang masih membutuhkan penyiraman dan proses pendinginan.

Rudy Susmanto menjelaskan, meski api sudah tidak tampak, kondisi tersebut belum bisa menjadi dasar untuk menghentikan penanganan.

Baca Juga: International Classic Bike Race 2026 di Sentul Bogor, 150 Bikers Adu Cepat dengan Motor Klasik

Asap yang masih terlihat dapat menjadi tanda adanya panas yang tersimpan di bawah timbunan sampah.

“Secara kasatmata memang api sudah tidak terlihat dan yang tampak hanya asap. Namun, kami tidak ingin menjadikan penglihatan mata sebagai satu-satunya dasar. Melalui drone thermal, panas yang masih berada di bawah timbunan bisa terdeteksi dan sebarannya dapat dipetakan,” ujar Rudy saat memantau penanganan TPAS Galuga, Minggu malam.

Menurut Rudy, penggunaan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memastikan pemadaman berlangsung secara menyeluruh.

Penanganan tidak hanya diarahkan untuk menghilangkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga mengantisipasi sumber panas yang berpotensi memicu munculnya api kembali.

Drone thermal yang digunakan dalam pemantauan tersebut merupakan fasilitas Command Center 112 Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Dengan teknologi ini, pekerjaan di lapangan tidak dilakukan sekadar berdasarkan perkiraan. Kami bisa mendapatkan gambaran kondisi yang tidak terlihat secara langsung, sehingga tindakan yang diberikan dapat diarahkan ke titik yang memang membutuhkan penanganan,” tegasnya.

Luasan Kebakaran TPA Galuga Terus Menyusut

Memasuki hari kedelapan penanganan, kondisi kebakaran TPAS Galuga menunjukkan perkembangan yang positif. Luasan area yang harus mendapatkan intervensi terus berkurang setelah sebelumnya mengalami peningkatan cukup signifikan.

Rudy menyebut, pada hari pertama kebakaran area terdampak berada di kisaran 1,7 hektare. Luasan tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 5 hektare dan kembali meluas hingga kurang lebih 8 hektare pada hari kedua.

Setelah penanganan dilakukan secara intensif selama beberapa hari, area yang masih membutuhkan intervensi kini tinggal sekitar 0,6 hektare di wilayah yang masuk administrasi Kota Bogor.

“Alhamdulillah, kita sudah mendekati hari kedelapan penanganan. Saat ini area yang masih perlu kami intervensi tinggal kurang lebih 0,6 hektare dan lokasinya berada di wilayah Kota Bogor,” kata Rudy.

Baca Juga: Pantai Pulau Putri Karawang, Wisata Pantai Murah Meriah dengan Deretan Warung Kuliner

Apresiasi untuk Petugas yang Bekerja 24 Jam

Rudy juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang selama tujuh hari terakhir terus bekerja melakukan pemadaman dan pendinginan di kawasan TPAS Galuga.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan tersebut, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta berbagai unsur lainnya.

Menurut Rudy, kerja petugas dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam untuk memastikan api dan titik panas dapat dikendalikan.

“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh rekan yang selama ini tidak berhenti bekerja. Setiap hari, selama 24 jam, mereka terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Upaya ini akan kami lanjutkan sampai seluruh titik panas benar-benar terkendali,” ucapnya.

Penanganan TPAS Galuga Jadi Tanggung Jawab Bersama

Rudy menegaskan, TPAS Galuga merupakan fasilitas yang digunakan untuk menampung sampah masyarakat dari Kabupaten Bogor maupun Kota Bogor.

Karena itu, penanganan kebakaran di kawasan tersebut tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan satu wilayah administratif.

Baca Juga: Hari Kedelapan Kebakaran TPAS Galuga Bogor, Area Terbakar Tinggal 1,4 Hektare

Ia menilai kerja sama lintas daerah menjadi bagian penting untuk memastikan proses pemadaman berlangsung optimal hingga kondisi kawasan benar-benar aman.

“TPAS Galuga melayani masyarakat Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Karena itu, penanganan kebakarannya juga harus dilakukan secara bersama-sama. Sasaran kami jelas, api harus padam, seluruh titik panas dapat dikendalikan, dan kawasan benar-benar berada dalam kondisi aman,” pungkas Rudy. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Drone Thermal TPAS galuga kebakaran