RADAR BOGOR – Talas yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas pangan khas Bogor mulai didorong untuk memiliki nilai ekonomi lebih tinggi melalui inovasi produk olahan.
Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University mengembangkan mie talas sebagai salah satu alternatif pangan lokal yang berpotensi menjadi produk usaha baru bagi masyarakat.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari Program UMKM Product Development LPA2I IPB.
Program ini diarahkan untuk membantu masyarakat memanfaatkan komoditas lokal menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah sekaligus peluang pengembangan usaha.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Pelatihan Pembuatan Mie Talas yang digelar pada Sabtu, 12 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi sarana peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal.
Baca Juga: KPK Dikabarkan OTT di Kantor BPN Kabupaten Bogor
Peserta tidak hanya dikenalkan pada pemanfaatan talas sebagai bahan makanan, tetapi juga diajak memahami proses pengolahan dan pengembangan produk yang dapat memiliki nilai ekonomi.
Pelatihan disusun menggunakan metode pembelajaran yang menggabungkan penyampaian materi, demonstrasi, praktik pembuatan, diskusi, serta berbagi pengalaman.
Melalui rangkaian kegiatan itu, peserta memperoleh pengenalan praktis mengenai tahapan pembuatan mie talas.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal awal untuk mengembangkan produk olahan pangan sekaligus melihat peluang usaha yang dapat dijalankan dengan memanfaatkan bahan baku lokal.
Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Geulis dan Kelompok Tani Dewasa (KTD) Saluyu, Kelurahan Situ Gede.
Kedua kelompok tersebut merupakan kelompok binaan LPA2I IPB University yang mendapat pendampingan dalam pengembangan potensi masyarakat dan produk berbasis komoditas lokal.
Materi pelatihan disampaikan oleh Ujang, Ketua Kelompok Tani Setia Cikarawang.
Dalam kegiatan itu, ia membagikan pengetahuan serta pengalaman mengenai potensi talas, pemanfaatannya sebagai bahan tepung, hingga pengembangan produk turunan berupa mie talas.
Talas Bogor Punya Potensi untuk Dikembangkan
Talas merupakan salah satu komoditas pangan lokal yang masih memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi beragam produk olahan.
Baca Juga: 4 Kabar Gembira untuk Guru Awal Tahun 2027, PPPK Paruh Waktu Harus Tahu
Selama ini, talas umumnya dimanfaatkan dan dikonsumsi secara langsung.
Padahal, komoditas tersebut juga dapat diolah menjadi tepung maupun pati yang kemudian digunakan sebagai bahan dasar atau campuran dalam pembuatan berbagai jenis makanan.
Pengolahan talas menjadi produk turunan dinilai dapat memberikan nilai tambah dibandingkan jika komoditas tersebut hanya dijual atau dikonsumsi dalam bentuk segar.
Potensi tersebut semakin menarik karena talas memiliki hubungan yang erat dengan identitas pangan lokal Bogor.
Karakteristik ini dapat menjadi modal dalam mengembangkan produk yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa ciri khas daerah.
Dalam pemaparannya, Ujang menjelaskan bahwa pemanfaatan talas seharusnya tidak terbatas pada konsumsi langsung.
Menurutnya, talas dapat diolah lebih lanjut menjadi tepung dan dikembangkan menjadi berbagai macam produk pangan.
Ia menilai, proses pengolahan tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai jual talas sekaligus membuka kesempatan usaha baru bagi masyarakat.
Ujang juga menekankan pentingnya diversifikasi produk dalam pemanfaatan komoditas lokal.
Dengan mengolah talas menjadi beragam makanan, pemanfaatannya tidak berhenti pada satu jenis produk saja.
Baca Juga: Prabowo Sampaikan Pesan ke Menkeu Suahasil: APBN Harus Sehat, Kredibel, Bisa Stabilkan Ekonomi RI
Salah satu contohnya adalah tepung talas yang dapat digunakan sebagai bahan dalam pembuatan berbagai makanan.
Selain produk pangan tertentu, tepung tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk makanan basah seperti brownies.
Mie Talas Jadi Alternatif Produk Olahan
Dalam Pelatihan Pembuatan Mie Talas, peserta diperkenalkan pada salah satu bentuk diversifikasi produk berbahan dasar talas.
Mie talas dikembangkan dengan memanfaatkan tepung talas sebagai salah satu bahan dalam proses pembuatannya.
Produk ini menjadi alternatif pengolahan talas yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai pangan lokal bernilai tambah.
Selain menawarkan pemanfaatan bahan baku lokal, mie talas juga memiliki karakteristik gluten free yang dapat menjadi salah satu keunggulan produk.
Karakteristik tersebut berpotensi menjadi nilai tambah dalam pengembangan pasar, khususnya untuk menyasar konsumen dengan kebutuhan atau preferensi tertentu terhadap produk pangan.
Namun, pengembangan produk olahan talas tidak cukup hanya mengandalkan bahan baku.
Karakteristik makanan, kualitas hasil olahan, serta kesesuaian dengan kebutuhan konsumen juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Ujang menyampaikan bahwa ketika talas diolah menjadi mie, nilai yang ditawarkan kepada konsumen bukan lagi sekadar bahan baku talas.
Baca Juga: Bansos Digital 2027 Segera Dimulai, Ini 5 Syarat Penerimanya
Produk tersebut memiliki nilai tambah yang berasal dari proses pengolahan dan keunggulan yang ditawarkan.
Ia menjelaskan, mie talas dapat dikembangkan dengan menonjolkan penggunaan bahan lokal serta karakteristik gluten free sebagai pembeda dari produk lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, mie talas diharapkan tidak hanya menjadi hasil praktik pelatihan, tetapi juga dapat memiliki daya tarik tersendiri ketika dikembangkan menjadi produk usaha.
Peserta juga diajak memahami pentingnya menjaga mutu dan konsistensi produk dalam proses pengembangan pangan olahan.
Penggunaan tepung talas perlu disesuaikan dengan karakteristik produk yang ingin dihasilkan. Hal ini penting agar produk mie talas memiliki kualitas yang baik dan dapat diterima oleh konsumen.
Dorong Talas Jadi Produk Usaha Bernilai Tambah
Pengembangan mie talas melalui program UMKM Product Development LPA2I IPB tidak berhenti pada inovasi pangan.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha berbasis komoditas lokal.
Dalam mengembangkan produk olahan, terdapat sejumlah aspek yang perlu dipertimbangkan.
Mulai dari ketersediaan bahan baku, teknik pengolahan, karakteristik produk, target konsumen, hingga potensi pasar.
Seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting agar inovasi pangan yang dihasilkan dapat berkembang menjadi produk usaha yang berkelanjutan.
Baca Juga: Mobil Overheat Jangan Langsung Buka Radiator, 8 Kesalahan Ini Bisa Bikin Mesin Rusak Parah
Talas yang memiliki keterkaitan dengan identitas Bogor juga dapat menjadi salah satu kekuatan dalam strategi pemasaran produk.
Dengan mengangkat bahan pangan lokal, mie talas berpeluang diposisikan sebagai produk yang tidak hanya menawarkan makanan olahan, tetapi juga membawa identitas dan potensi daerah.
Ujang menilai, pengembangan mie talas perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar.
Pelaku usaha harus memahami siapa calon konsumennya, kebutuhan yang mereka miliki, serta keunggulan apa yang dapat ditawarkan melalui produk tersebut.
Menurutnya, produk lokal perlu dikembangkan dengan memperhatikan aspek pemasaran agar hasil inovasi tidak sekadar dibuat, tetapi juga mempunyai kesempatan untuk tumbuh sebagai usaha.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa keterampilan pengolahan pangan perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai kebutuhan konsumen dan strategi pengembangan produk.
Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh kemampuan teknis dalam membuat mie talas, tetapi juga memiliki perspektif baru mengenai bagaimana komoditas lokal dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai.
LPA2I IPB Dorong Diversifikasi Pangan Lokal
Pelatihan Pembuatan Mie Talas di Kelurahan Situ Gede menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Program UMKM Product Development LPA2I IPB University dan kelompok masyarakat binaannya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan dalam memanfaatkan talas sebagai bahan pangan olahan.
Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan produk lain sesuai potensi dan kebutuhan pasar.
Baca Juga: Ikuti Kejurnas di Lampung, Hapkido Kota Bogor Pasang Target Ini
Pemanfaatan talas secara lebih luas dinilai memiliki peluang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dari satu komoditas, dapat dikembangkan beragam produk pangan dengan nilai tambah yang berbeda.
Mie talas menjadi salah satu contoh inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan ini.
Produk tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pangan lokal dapat dimulai dari komoditas yang tersedia di sekitar masyarakat.
Dengan dukungan pengolahan yang tepat, kualitas produk yang terjaga, serta strategi pemasaran yang sesuai, talas berpeluang dikembangkan menjadi produk usaha yang memiliki daya saing.
Selain itu, pengembangan produk berbasis talas juga dapat memperkuat keberadaan pangan lokal Bogor sebagai bagian dari identitas daerah.
Melalui program pendampingan dan pelatihan seperti ini, LPA2I IPB University diharapkan terus mendorong masyarakat untuk melihat potensi komoditas lokal dari sudut pandang yang lebih luas.
Tidak hanya sebagai bahan pangan untuk konsumsi sehari-hari, talas juga dapat menjadi sumber inovasi, pengembangan UMKM, dan peluang usaha baru.
Baca Juga: Dongdang Kreatif hingga Maskot Pahlawan Muslim, Semarak Maulid Nabi di SMAIT BBS Bogor
Pengembangan mie talas menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong diversifikasi pangan lokal.
Dari kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada peluang untuk mengolah bahan baku lokal menjadi produk yang lebih bernilai sekaligus berpotensi dikembangkan secara komersial. (***)
Editor : Yosep Awaludin