RADAR BOGOR - Selain Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1, TNI AD juga meresmikan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi (PSE) berbasis Pirolisis.
Berdiri di atas lahan seluas 5 hektare di Desa Galuga, Cibungbulang, PSE Pirolisis diproyeksikan akan mengelola sampah 1.000 ton per hari yang akan menghasilkan minyak solar 50 hingga 60 kiloliter.
Dalam peresmiannya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan pembangunan PSE Pirolisis tersebut sesuai dengan amanat Perpres 109 Tahun 2025.
Nantinya, fasilitas tersebut akan memilah sampah plastik di TPAS Galuga yang akan dipilah menjadi BBM Sintetis.
Baca Juga: Air Keruh di Sejumlah Wilayah di Bogor, Tirta Pakuan Geber Pemulihan
"Sejak 27 Maret 2026, TNI oleh presiden diminta ikut serta untuk mengatasi sampah, sehingga kita bisa meletakan batu pertama di sini," ujar Jenderal Maruli, Kamis, 17 September 2026.
PSE Pirolisis diharapkan dapat mengurangi timbunan sampah sehingga dapat memperpanjang usia TPA, termasuk TPAS Galuga, di samping mewujudkan ketahanan energi melalui produk BBM terbarukan.
Nantinya, produk BBM yang dihasilkan akan dipasarkan melalui skema Business-to-Business atau B2B.
Menurut Maruli, dukungan pemerintah sangat penting sehingga program PSE Pirolisis dapat berjalan dan juga didirikan di daerah lain.
"Kami menargetkan lima titik, dan kami juga sedang mencoba agar pirolisis bisa dibangun di skala kecil di daerah-daerah di Indonesia," harapnya.
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah TNI AD yang turut membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah.
Di era Presiden Prabowo Subianto, kata dia, masalah-masalah sampah kini menjadi perhatian serius.
"Tadi kita baru saja meresmikan pembangunan PSEL untuk pengolahan sampah yang baru, dan Pirolisis ini untuk sampah yang lama. Jadi ini saling melengkapi," tandasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati