RADAR BOGOR – Rencana pembangunan sarana transportasi kereta gantung yang menghubungkan kawasan Gunung Mas, Puncak, dengan Summarecon tetap berjalan meski pihak Summarecon saat ini tengah terlibat proses hukum.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, memastikan rencana tersebut masih masuk dalam tahapan perencanaan. Saat ini, proyek kereta gantung tersebut tengah menjalani studi kelayakan atau feasibility study (FS).
“Tentunya kami menyampaikan dari awal, itu tahapannya masih feasibility study. Jadi apapun proses hukum yang terjadi tentu jangan sampai mengganggu pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Rudy, Kamis, 17 September 2026.
Baca Juga: Wakil Bupati Bogor Sematkan Almamater, 1.402 Mahasiswa Baru UIKA Resmi Dilantik
Proyek Kereta Gantung Masih dalam Tahap FS
Rudy menjelaskan, setiap program pembangunan tentu memiliki risiko dan konsekuensi dalam proses pelaksanaannya.
Karena itu, Pemkab Bogor terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari masyarakat.
“Sekali lagi, saran, masukan kami pemerintah siap dikritik, siap diberikan saran, siap diberikan masukan dan tentu semuanya menjadi bahan evaluasi kami Pemerintah Kabupaten Bogor,” jelasnya.
Baca Juga: 4 Hari Usai Terbakar, TPS Rumpin Bogor Masih Kepulkan Asap
Ia menegaskan, program yang telah masuk dalam perencanaan pembangunan daerah tidak akan terpengaruh oleh persoalan yang sedang berlangsung.
“Kami pastikan beberapa hal yang sudah masuk dalam program perencanaan pembangunan daerah tidak akan terganggu. Dan tentunya saya berkewajiban mengajak seluruh pimpinan OPD harus tetap semangat,” terangnya.
Konsep Hubungkan Summarecon hingga Rest Area Puncak
Sebelumnya, Rudy menyebut konsep pembangunan kereta gantung di kawasan Puncak telah disiapkan. Rencananya, jalur transportasi tersebut akan memiliki dua titik shelter, yakni shelter bawah dan shelter atas.
Baca Juga: Penutupan PETA UIKA Bogor 2026 Diwarnai Euforia Pelantikan 1.402 Mahasiswa Baru
Shelter bawah direncanakan berada di kawasan Summarecon, sebelum Gadog. Lokasi tersebut akan dilengkapi fasilitas park and ride dengan memanfaatkan lahan milik Summarecon.
Sementara itu, titik akhir perjalanan direncanakan berada di kawasan rest area Puncak.
“Jadi kita bikin namanya shelter atas, shelter bawah. Shelter bawahnya dari mulai sebelum Gadog yaitu Summarecon, Summarecon kita punya lahan di situ untuk park and ride-nya. Lalu titik akhirnya rest area Puncak,” ungkap Rudy.
Baca Juga: Sentra Kuliner Jambu Dua Bogor Makin Ramai Diserbu Pengunjung, Setiap Hari Didatangi Ribuan Orang
Meski konsep telah disiapkan, waktu realisasi pembangunan belum dapat dipastikan.
Rudy menyebut, proyek tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga perlu kajian dan perhitungan matang.
“Konsep kereta gantung ada konsep KRL dan lain sebagainya. Tetapi kan kita harus bicara objektif bahwa itu pembiayaan cukup besar,” katanya.
Pemkab Bogor Tak Gunakan APBD
Rudy mengatakan, tahapan FS ditempuh untuk mengetahui kelayakan teknis, ekonomi, serta kebutuhan pembiayaan proyek.
Baca Juga: IPB dan BRIN Luncurkan INNOBRIDGE di Bogor, Perkuat Riset Strategis
“Maka pada saat butuh pembiayaan cukup besar, hari ini kita berproses FS kita tempuh,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang bagi investor swasta yang berminat untuk terlibat dalam pembangunan kereta gantung tersebut.
Pemkab Bogor akan menjalin komunikasi apabila terdapat pihak investor yang ingin masuk dalam proyek.
Rudy menegaskan, pembangunan kereta gantung tidak akan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor.
Baca Juga: Kebun Raya Hadir di FLOII Expo 2026, Ajak Warga Jelajah Kekayaan Tumbuhan Indonesia
“Kami tidak akan membebankan biaya pembangunan pada APBD. Enggak membebani APBD, karena kalau dengan APBD biayanya butuh triliunan rupiah, kami ingin swasta,” pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga