RADAR BOGOR — Lapangan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, mulai disulap menjadi alun-alun. Pembangunan fasilitas ruang terbuka publik tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari atau pada akhir Desember 2026.
Camat Gunung Putri, Kurnia Indra mengatakan, pembangunan alun-alun tersebut menjadi salah satu cita-cita masyarakat Kecamatan Gunung Putri yang kini mulai diwujudkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
“Ini cita-cita masyarakat Kecamatan Gunung Putri punya alun-alun yang representatif, alun-alun yang bisa jadi tempat pusat kegiatan masyarakat,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis, 17 September 2026.
Baca Juga: Rudy Susmanto Sebut Keberadaan PSEL di Galuga Bogor Beri Dampak Jangka Panjang
Menurutnya, keberadaan alun-alun nantinya tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari upacara, kegiatan kepemudaan, latihan kepramukaan hingga aktivitas anak-anak.
“Insyaallah sebentar lagi kita punya alun-alun yang representatif dan bisa dimanfaatkan oleh orang banyak,” ucapnya.
Kurnia menjelaskan, alun-alun tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti lapangan, area jogging, permainan anak, plaza, taman bermain hingga ruang terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat.
Selain itu, pihak kecamatan juga berencana menghadirkan pendopo yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang untuk kegiatan masyarakat.
“Harapan saya juga ke depan, kegiatan-kegiatan kepemudaan bisa di sini, selain alun-alun yang bagus, nanti kita buat ada semacam pendoponya. Jadi lantai dasarnya itu luas, masih bisa dijadikan untuk kegiatan lain,” bebernya.
Pembangunan alun-alun tersebut menggunakan anggaran dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor.
Sementara untuk konsep dan kebutuhan fasilitas, pihak kecamatan tetap dilibatkan dalam koordinasi.
“Ini kan anggaran Disperkim dan untuk konsepnya tetap koordinasi dengan kita, jadi ada lapangannya, ada tempat joggingnya, ada permainan anak-anaknya, ada plaza juga, lahan kosong, vendor masih bisa, upacara masih bisa, ada taman bermain anak-anaknya,” tuturnya.
Dari sisi akses, alun-alun nantinya memiliki pintu masuk tersendiri yang terpisah dari akses menuju Kantor Kecamatan Gunung Putri.
“Nanti ada pintu khusus masuk ke alun-alunnya, ada tempat parkir,” katanya.
Ia menambahkan, alun-alun tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat selama 24 jam dengan tetap berada dalam pengawasan pihak kecamatan.
“Bisa 24 jam tetap dengan pengawasan kita, gerbangnya juga terpisah,” imbuhnya.
Kurnia menargetkan seluruh pembangunan rampung dalam waktu sekitar 90 hari. Jika sesuai target, alun-alun tersebut dapat selesai pada akhir Desember 2026 dan langsung dimanfaatkan masyarakat setelah pembangunan selesai. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati