RADAR BOGOR - Pengembangan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1, tidak hanya mengandalkan proses seleksi administratif.
Di balik proyek yang disiapkan untuk menangani persoalan sampah di Bogor Raya itu, terdapat puluhan tenaga ahli dan profesional yang ikut memastikan proses berjalan dengan tata kelola yang baik.
CIO Danantara Indonesia sekaligus CEO Danantara Investment Management, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan proses seleksi PSEL Bogor Raya 1 didukung tenaga ahli dari berbagai bidang.
Lebih dari 60 profesional dilibatkan dalam proses tersebut.
Baca Juga: Pemotor Kecelakaan hingga Meninggal di Puncak Bogor, Diduga Ikut Aksi Balap Liar
Pandu menyebut, keterlibatan para ahli menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan seleksi dilakukan secara terukur dan profesional.
“Kita melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai latar belakang,” ujar Pandu saat berada di Galuga, Kabupaten Bogor.
Berpengalaman di Berbagai Negara
Bukan hanya berasal dari berbagai disiplin ilmu, sejumlah tenaga profesional yang terlibat juga memiliki pengalaman dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi di berbagai negara.
Pandu mengatakan, tim tersebut pernah menangani proyek berskala internasional di kawasan Asia Pasifik, seperti Malaysia, Thailand, dan Tiongkok.
Pengalaman serupa juga dimiliki sejumlah anggota tim yang pernah terlibat dalam proyek di Australia dan beberapa negara Eropa, termasuk Irlandia serta Jerman.
Ada pula tenaga profesional yang memiliki pengalaman proyek di kawasan Timur Tengah, termasuk Kuwait.
“Satu hal yang perlu kami tekankan adalah tim yang terlibat memiliki pengalaman pada berbagai proyek PSEL internasional, termasuk di Asia Pasifik seperti Malaysia, Thailand, Tiongkok, Australia, dan di Eropa seperti Irlandia, Jerman, serta di Timur Tengah dan Kuwait,” kata Pandu.
Selain pengalaman internasional, sebagian tenaga ahli yang dilibatkan juga telah memiliki pengalaman dalam pengembangan proyek PSEL di Indonesia.
Seleksi Didukung Keahlian Beragam
Menurut Pandu, proses seleksi PSEL Bogor Raya 1 tidak hanya melibatkan tim internal Danantara.
Tim ahli independen turut dilibatkan untuk memberikan dukungan dalam berbagai aspek yang dibutuhkan selama proses seleksi.
Baca Juga: Bahlil Siapkan Aturan Baru BBM, Orang Kaya Bakal Dipersulit Beli Pertalite dan Biosolar
Keahlian tersebut mencakup aspek teknis dan operasional, hukum, finansial, hingga lingkungan.
Dengan komposisi tersebut, proses pemilihan diharapkan dapat dilakukan berdasarkan kajian dari berbagai sudut pandang.
“Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan ini terverifikasi dengan tata kelola yang baik dan dilakukan secara profesional,” ujar Pandu.
Ia menegaskan, dukungan berbagai tenaga profesional tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pengembangan PSEL Bogor Raya 1 berjalan dengan standar tata kelola yang baik.
Proyek PSEL Bogor Raya 1 sendiri dikembangkan di kawasan Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.
Kehadiran proyek ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengelolaan sampah secara terintegrasi sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. (*)
Editor : Siti Dewi Yanti