RADAR BOGOR – Penyakit ain menjadi salah satu hal yang dikenal dalam ajaran Islam dan perlu diwaspadai, penyakit tersebut dikaitkan dengan pandangan seseorang yang disertai rasa kagum, iri, maupun dengki terhadap orang lain.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Sidamulya, Dr. Yono, menjelaskan bahwa secara istilah, 'ain merupakan pandangan kagum atau takjub yang disertai rasa iri dan dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk sehingga dapat menimbulkan bahaya bagi orang yang dipandang.
“‘Ain adalah pandangan kagum atau takjub disertai dengan rasa iri dengki dari orang yang memiliki tabiat buruk yang mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya,” jelasnya, mengutip pendapat Syekh Ibnu Hajar al-Asqalany dalam Fath al-Bari, juz 10 halaman 200.
Baca Juga: SMAN 3 Cibinong Melenggang ke Semifinal Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-West
Menurutnya, istilah 'ain juga disebut secara tersirat dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam QS Al-Qalam ayat 51.
Ayat tersebut menjelaskan tentang orang-orang kafir yang hampir menggelincirkan Nabi Muhammad SAW dengan pandangan mereka ketika mendengarkan Al-Qur’an.
Ia menerangkan, Imam Ibnu Katsir menafsirkan kata pandangan dalam ayat tersebut berkaitan dengan kekuatan 'ain.
Dr. Yono mengatakan, bahaya 'ain dalam penjelasan ulama dapat bermacam-macam, seseorang yang terkena ‘ain disebut dapat mengalami sakit, celaka, hingga kondisi yang berujung pada kematian.
Karena itu, Rasulullah SAW mengajarkan doa untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan 'ain.
Doa tersebut yakni:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun, dan ‘ain yang menyakitkan.”
Doa tersebut diriwayatkan dalam HR Al-Bukhari. Namun, Kyai Yono menegaskan bahwa tidak setiap pandangan seseorang yang disertai rasa kagum atau dengki dapat disebut sebagai 'ain.
Ia memaparkan, sebagian ulama menjelaskan bahwa 'ain berkaitan dengan kondisi tertentu pada seseorang. Imam Asmu'i, misalnya, menyebut salah satu cirinya berupa rasa panas ketika melihat sesuatu yang dianggap mengagumkan.
“Tidak semua pandangan seseorang yang disertai rasa kagum atau dengki itu membahayakan dan disebut 'ain,” jelasnya.
Ia menambahkan, menurut sebagian ulama, seseorang yang memiliki pandangan 'ain dianjurkan untuk menjauh dari masyarakat agar tidak menimbulkan bahaya bagi orang lain.
Selain itu, dalam sejumlah penjelasan ulama, 'ain juga disebut dapat diperoleh melalui ritual tertentu.
Dr. Yono mengutip kisah yang dijelaskan Imam al-Kalbi mengenai seorang lelaki Arab yang berdiam diri selama beberapa hari tanpa makan.
Dalam kisah tersebut, lelaki itu kemudian melihat seekor unta dan kambing yang mengangkut orang.
Ia mengagumi kedua hewan tersebut, tidak lama kemudian, sekelompok orang yang berada di atas kedua hewan itu dikisahkan jatuh dan meninggal dunia.
Dr. Yono kemudian menyimpulkan bahwa penyakit 'ain merupakan pandangan mata yang dalam pemahaman keagamaan memiliki kekuatan negatif, disertai rasa kagum atau dengki yang dapat membahayakan orang lain.
“Penyakit 'ain ini hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu, adakalanya karena memang bawaan dari lahir atau diupayakan dengan melakukan berbagai macam ritual-ritual tertentu. Wallahu a'lam,” pungkasnya. (Cr1)
Editor : Eka Rahmawati