Susur Sungai Cileungsi, Bupati Bogor Perkuat Pengawasan Titik Pembuangan Limbah

Eka Rahmawati • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 19:51 WIB
Bupati Bogor Rudy Susmanto melakuan susur Sungai Cileungsi Sabtu, 19 September 2026. (Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor)
Bupati Bogor Rudy Susmanto melakuan susur Sungai Cileungsi Sabtu, 19 September 2026. (Dok. Diskominfo Kabupaten Bogor)

RADAR BOGOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat pemantauan terhadap sejumlah titik pembuangan air limbah di sepanjang aliran Sungai Cileungsi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kembali terjadinya pencemaran yang dapat mengganggu kualitas lingkungan dan berdampak terhadap masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan pengawasan langsung melalui kegiatan susur Sungai Cileungsi pada Sabtu, 19 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Bogor melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor serta sejumlah komunitas pemerhati lingkungan, termasuk Komunitas Peduli Sungai Cileungsi (KP2C).

Baca Juga: Usai Shalat Istisqa Hujan Turun di Sejumlah Wilayah di Kabupaten Bogor, Bupati: Alhamdulillah

Rudy menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan dengan menempatkan satuan tugas pada sejumlah titik keluaran saluran pembuangan yang dinilai membutuhkan pemantauan secara rutin.

Petugas tersebut akan berjaga untuk memastikan aktivitas pembuangan air di lokasi yang menjadi perhatian pemerintah tetap terpantau.

“Dinas Lingkungan Hidup bersama beberapa kelompok pegiat lingkungan yang ada, salah satunya KP2C, kita menempatkan beberapa satgas yang standby di beberapa titik output buangan air tersebut,” kata Rudy Susmanto dalam keterangannya melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Bogor, Sabtu, 19 September 2026.

Menurut Rudy, pengawasan tersebut diperlukan agar saluran pembuangan yang sebelumnya menjadi perhatian tidak kembali dimanfaatkan untuk mengalirkan limbah yang melanggar ketentuan lingkungan.

Selain melakukan pemantauan langsung, pemerintah juga mengambil sampel air dari beberapa lokasi di sepanjang sungai.

Rudy menekankan bahwa proses tersebut harus dilakukan oleh petugas yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai ketentuan, sehingga hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam penelusuran tersebut, Pemkab Bogor juga menemukan sejumlah titik yang sebelumnya telah disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, terdapat indikasi bahwa aktivitas pembuangan limbah masih berlangsung di beberapa lokasi meskipun telah mendapatkan tindakan penyegelan.

Atas temuan tersebut, Pemkab Bogor akan menyampaikan laporan secara resmi kepada Kementerian Lingkungan Hidup untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Rudy menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menjaga pengawasan terhadap Sungai Cileungsi secara berkelanjutan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan pencemaran tidak hanya bersifat sementara, tetapi dapat mencegah persoalan yang sama kembali terjadi.

Di sisi lain, Pemkab Bogor juga mendorong pelaku usaha untuk melakukan perbaikan terhadap pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Melalui DLH, pemerintah daerah menyiapkan pendampingan agar perusahaan dapat memenuhi standar dan ketentuan lingkungan hidup tanpa menghambat keberlangsungan kegiatan ekonomi.

Rudy menekankan bahwa penanganan pencemaran harus dilakukan dengan mempertemukan kepentingan perlindungan lingkungan dan keberlangsungan ekonomi. Pemerintah tidak ingin aktivitas usaha terhenti, tetapi pada saat yang sama masyarakat juga tidak boleh dirugikan akibat pencemaran.

Karena itu, pembenahan tata kelola pengolahan limbah dinilai menjadi tanggung jawab bersama agar kondisi Sungai Cileungsi dapat dipulihkan dan kualitas lingkungannya tetap terjaga.

Rudy juga menilai pengawasan sungai perlu dilakukan secara konsisten mengingat Sungai Cileungsi memiliki manfaat bagi masyarakat di sejumlah daerah. Keberadaan sungai tersebut berkaitan dengan kebutuhan air bagi wilayah Bogor dan Bekasi serta kawasan lain yang berada di sekitarnya.

Menurutnya, menjaga kelestarian Sungai Cileungsi bukan hanya berkaitan dengan kepentingan Kabupaten Bogor, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan kebutuhan masyarakat di sejumlah kabupaten serta kota lainnya.

Editor : Eka Rahmawati
bogor bupati sungai cileungsi