Forkopimcam Bogor Barat Kampanyekan Anti LGBT di Leuwiliang, Pelajar Jadi Sasaran Edukasi

Abilly Muhamad • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 12:42 WIB
Kampanye anti LGBT yang dilakukan Forkopimcam Bogor Barat di wilayah Leuwiliang. (Foto : Diskominfo)
Kampanye anti LGBT yang dilakukan Forkopimcam Bogor Barat di wilayah Leuwiliang. (Foto : Diskominfo)

RADAR BOGOR – Pemerintah kecamatan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan masyarakat di wilayah Bogor Barat menggelar kampanye pencegahan LGBT di Terminal Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Minggu 20 September 2026.

Kegiatan tersebut digelar setelah muncul perhatian masyarakat terhadap dugaan perilaku LGBT di wilayah Leuwiliang.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan dua pria melakukan tindakan asusila di ruang terbuka Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, viral di media sosial dan telah ditindaklanjuti kepolisian.

Kampanye yang melibatkan sejumlah kecamatan di Bogor Barat itu mengusung tema "Jaga Generasi, Perkuat Keluarga, Tolak Normalisasi LGBT".

Plt Camat Leuwiliang Ucu Sunarya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sosial yang berkembang di wilayah Bogor Barat.

"Kami dari Kecamatan Leuwiliang bersama 14 Kecamatan yang ada di wilayah Bogor Barat melakukan kampanye anti LGBT di Bogor Barat," kata Ucu, Minggu 20 September 2026.

Baca Juga: Film Istimewa Tayang di Bioskop, 7.500 Anak Penyandang Disabilitas Ikut Nobar

Menurut Ucu, upaya pencegahan tidak berhenti pada kampanye dan deklarasi. Pemerintah kecamatan juga berencana memperluas edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan sekolah.

"Upaya selanjutnya kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama sekolah SMP dan SMA se-Bogor Barat," jelasnya.

Ia menilai edukasi tersebut diperlukan untuk memperkuat pemahaman dan kepedulian masyarakat.

Selain itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak dan remaja.

Pemcam Koordinasi dengan Aparat Keamanan

Selain melakukan edukasi, pemerintah kecamatan juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Ucu menyebut, persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat telah ditindaklanjuti oleh kepolisian.

"Yang pertama, kami sudah menyusun beberapa informasi yang sudah beredar dan sudah ditangani oleh Kapolsek beserta jajaran yang lainnya," tuturnya.

Ia mengatakan, pihak kepolisian telah mengamankan orang-orang yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat. Identitas mereka tidak disampaikan kepada publik.

"Pelaku yang viral itu sudah diamankan dan sudah ditangkap oleh Polres Kabupaten Bogor. Kalau informasi warga yang sudah diamankan, identitasnya dirahasiakan," ungkapnya.

Polres Bogor sebelumnya membenarkan telah mengamankan dua orang yang terdapat dalam video viral tersebut.

Baca Juga: Cara Daftar Bansos Digital Lewat Perlinsos, Gratis Tanpa Dipungut Biaya

Polisi menyatakan keduanya masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami peristiwa yang terjadi.

Edukasi Bakal Menyasar Pelajar

Melalui kampanye tersebut, Ucu berharap upaya edukasi dan pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama dengan dukungan seluruh elemen masyarakat di wilayah Bogor Barat.

Menurutnya, sekolah menjadi salah satu lingkungan penting dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai persoalan sosial dan perilaku seksual yang berisiko.

"Kami minta dukungan dari seluruh komponen masyarakat se-Bogor Barat," pungkasnya. (abl)

Editor : Yosep Awaludin
LGBT leuwiliang Bogor Barat kampanye