RADAR BOGOR - Bogor diguyur hujan dalam dua hari terakhir, kondisi ini pun disambut gembira masyarakat yang telah lama menantikan hujan dampak musim kemarau panjang.
Menurut BMKG, faktor lokal turut berpengaruh terhadap terbentuknya awan hujan di wilayah Bogor. Kondisi geografis Bogor yang dikelilingi kawasan pegunungan turut membantu proses pembentukan awan hujan.
Fenomena tersebut dikenal sebagai hujan orografis, yakni hujan yang terbentuk ketika udara lembap terdorong naik oleh kondisi topografi pegunungan.
"Pada dua hari terakhir di Bogor memang cukup menimbulkan awan hujan. Pengaruh orografis di kawasan Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak, membantu terbentuknya awan hujan di sekitar Bogor," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Fathuri Syabani, Minggu, 20 September 2026.
Baca Juga: Bobotoh Harus Tahu, Ini 10 Titik Nobar Persib vs Persijap di Bandung
Hujan orografis sendiri adalah jenis hujan yang terjadi ketika massa udara yang mengandung uap air didorong oleh angin menaiki lereng pegunungan atau dataran tinggi.
Menurut Fathuri, fenomena hujan orografis berkaitan erat dengan wilayah pegunungan.
"Ketika massa udara yang membawa uap air terdorong naik mengikuti lereng pegunungan, mengalami pendinginan dan membentuk awan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Ciawi, Sukamahi, dan Gintung, Prahasdipta Bayu Adhi mengatakan, bahwa kondisi Bendungan Ciawi mulai membaik pasca diguyur hujan beberapa hari terakhir.
Meski belum kembali ke kondisi normal, namun Bayu menyebut jika ketersediaan air saat ini relatif aman.
"Memang debit air mengalami peningkatan sejak hujan dua hari terakhir. Namun kami tetap siaga melakukan pengiriman bantuan air ke wilayah yang masih kekeringan," tukasnya.(cok)
Editor : Eka Rahmawati