RADAR BOGOR - Suasana di Makam Kramat Kampung Rawa, Desa Jampang, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Senin (21/9/2026) mendadak ramai.
Warga berdatangan, menyaksikan proses pembongkaran makam seorang pria berinisial H yang meninggal pada 26 Agustus 2026.
Pembongkaran makam atau ekshumasi tersebut dilakukan, untuk kepentingan penyelidikan setelah pihak keluarga menyampaikan kecurigaan mengenai penyebab kematian korban.
Proses ekshumasi melibatkan tim kedokteran forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Baca Juga: KH Hasan Abdullah Sahal Guyon di Depan Prabowo, Singgung ‘Cari Muka’ dan Pilihan Gontor
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunungsindur, kepala desa, keluarga korban, serta warga turut berada di lokasi.
Keluarga Curiga Kematian Korban Tidak Wajar
Salah satu anggota keluarga korban, Elwys Wiraguna mengatakan, kecurigaan muncul sejak dirinya melihat kondisi jenazah.
Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang dinilai tidak sesuai dengan keterangan awal mengenai penyebab kematian korban.
Elwys menuturkan, keluarga mendapat informasi bahwa korban disebut meninggal setelah terjatuh di kamar mandi.
Namun, berdasarkan kondisi jenazah yang dilihat keluarga, terdapat luka dan memar yang membuat mereka mempertanyakan keterangan tersebut.
"Kalau saya memang dari awal sudah curiga karena melihat kondisi jenazah. Kemudian ada keterangan-keterangan yang saya dapat dari keluarga almarhum di rumah. Dari situ timbul kecurigaan saya bahwa meninggalnya tidak wajar," kata Elwys.
Ia mengaku, semakin mempertanyakan penyebab kematian karena informasi mengenai kejadian tersebut dinilai belum memberikan gambaran yang jelas.
"Dia bilang katanya jatuh dari kamar mandi. Tapi saya lihat kondisinya tidak ada luka yang menurut saya menyebabkan jatuh dari kamar mandi itu. Keterangan dari warga juga tidak ada yang tahu. Yang kami tahu, almarhum sudah dalam kondisi kaku di dalam mobil," ujarnya.
Baca Juga: Beli Mobil Bekas Cuma Dapat Satu Kunci? Jangan Langsung Dipakai, Lakukan Ini
Elwys menyebut, korban merupakan laki-laki berusia sekitar 50 hingga 55 tahun.
Saat meninggal, korban diketahui tinggal bersama istri, mertua, dan anak-anaknya.
Ada Luka dan Memar yang Dipertanyakan Keluarga
Menurut Elwys, pihak keluarga juga mendapat informasi mengenai adanya luka pada tubuh korban.
Kondisi tersebut, menjadi salah satu alasan keluarga meminta dilakukan ekshumasi untuk mengetahui penyebab kematian secara lebih jelas.
"Kalau luka, di sini ada luka. Ada luka yang cukup terlihat, yaitu memar," tuturnya kepada Radar Bogor.
Meski mengaku tidak melihat seluruh kondisi luka secara langsung, Elwys mengatakan, ada pihak lain yang melihat adanya luka pada tubuh korban.
"Saya sendiri tidak melihat, tapi banyak yang melihat. Katanya ada luka besar di sini dan di bagian sini ada memar," katanya.
Ia menegaskan, keluarga tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri terkait penyebab kematian korban.
Ekshumasi dilakukan agar penyebab kematian dapat diketahui melalui pemeriksaan medis dan proses penyelidikan.
"Saya ingin tahu almarhum ini meninggalnya karena apa. Biar kami juga tenang dan almarhum juga tenang," ucap Elwys.
Baca Juga: Di Tengah Kasus HGB Bogor, Sarmuji Sebut Nusron Wahid Sudah Mundur dari Golkar
Elwys diketahui merupakan bagian dari keluarga korban.
Ia mengatakan, hubungan keluarganya dengan korban berasal dari pihak ibunya.
Polisi Periksa 13 Orang
Kapolsek Gunungsindur, AKP Ucup Supriyatna mengatakan, polisi sebelumnya telah melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 13 orang.
Mereka terdiri dari pihak keluarga korban maupun sejumlah saksi lainnya.
"Kurang lebih kami melakukan pemeriksaan awal terhadap 13 orang, baik dari keluarga korban maupun saksi-saksi lainnya. Untuk inisial masih kami lakukan penyelidikan terkait dengan hasil berita acara pemeriksaan," kata Ucup kepada Radar Bogor.
Ia menjelaskan, korban yang makamnya dibongkar dalam proses ekshumasi tersebut berinisial H.
Polisi saat ini masih mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Motifnya patut diduga pembunuhan. Masih dugaan pembunuhan. Namun demikian, makanya hari ini kami lakukan ekshumasi," ujarnya.
Hasil Forensik Jadi Penentu
Ucup menuturkan, informasi awal menyebutkan peristiwa yang berkaitan dengan kematian korban terjadi pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Ekshumasi dilakukan dengan melibatkan tim kedokteran forensik dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Proses tersebut diharapkan dapat memberikan informasi medis mengenai penyebab kematian korban.
Baca Juga: KPAID Kota Bogor Catat 8 Aduan Hubungan Sesama Jenis, Salah Satunya Libatkan Anak Usia 6 Tahun
"Kejadian, informasi awalnya, pada Rabu tanggal 26 Agustus. Ekshumasi ini dihadiri pihak keluarga dan Forkopimcam. Kami lakukan ekshumasi ini, insyaallah nanti hasil daripada ekshumasi akan kami informasikan kembali," kata Ucup.
Hingga proses pemeriksaan forensik dilakukan, polisi masih mendalami kasus tersebut.
Dugaan pembunuhan yang disampaikan kepolisian, masih merupakan bagian dari penyelidikan dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian korban.
Hasil pemeriksaan tim forensik, nantinya menjadi salah satu bagian penting dalam mengungkap penyebab kematian pria berinisial H tersebut. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim