RADAR BOGOR – Suasana berbeda terlihat di depan Kantor BPN Kabupaten Bogor I, Senin 21 September 2026.
Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) bersama Pemuda Lira menggelar acara syukuran yang diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk menyembeling dua ekor kambing.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk syukur dan apresiasi dari warga yang tergabung dalam kedua organisasi tersebut setelah KPK menetapkan Kepala Kantor BPN Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung, sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi HGB di wilayah Kabupaten Bogor.
Rangkaian tasyakuran diawali dengan tahlil bersama. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng, penyembelihan kambing, pembakaran sate hingga pertunjukan kesenian tradisional Sunda berupa ruwatan.
HPPMI Sebut Syukuran Bentuk Apresiasi Warga
Ketua HPPMI Kabupaten Bogor, Yusuf Bachtiar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi dari warga yang selama ini, menurutnya, merasa dirugikan dalam persoalan pertanahan.
Ia menyebut sejumlah warga juga menyambut dengan rasa senang ketika KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor BPN Kabupaten Bogor.
Baca Juga: KPM Simak Baik-baik, 4 Alasan Valid Bansos PKH-BPNT Terhenti Otomatis
“Maka dari itu, saya selaku Ketua HPPMI dan Pemuda Lira kita mengadakan acara syukuran atas tertangkap tangannya orang-orang zalim,” ungkap Yusuf, Senin 21 September 2026.
Yusuf juga menyampaikan harapan kepada Kementerian ATR/BPN agar ke depan lebih selektif dalam menentukan pejabat yang akan memimpin Kantor BPN Kabupaten Bogor I.
Menurut dia, persoalan pertanahan di Kabupaten Bogor berkaitan dengan sejarah penguasaan dan pemanfaatan lahan yang panjang.
Minta Pemerintah Lebih Selektif Pilih Kepala BPN
Yusuf menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah lahan di Kabupaten Bogor yang menurutnya memiliki sejarah panjang, termasuk lahan yang disebut berasal dari proses nasionalisasi aset rampasan perang dan kemudian menjadi bagian dari PTPN.
“Terus dijadikanlah dilelang kepada pihak-pihak korporasi terus ditelantarkan, terus dimanfaatkan oleh para penggarap,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, ia berharap Kementerian ATR/BPN dapat lebih selektif dalam memilih kepala kantor pertanahan.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kondusivitas sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat yang berkaitan dengan persoalan pertanahan.
Ia juga menyoroti belum adanya penyelesaian yang dirasakan masyarakat terkait sejumlah persoalan di lapangan.
Baca Juga: Atlet Pencak Silat Cikarawang Borong 15 Medali di Bogor Grand Championship Piala Menpora
“Sampai sekarang kan kita ini di bawah masyarakat bingung, belum ada penyelesaian atau hadirnya pemerintah kan sampai sekarang belum ada,” pungkasnya.
Kegiatan syukuran tersebut kemudian berlangsung dengan rangkaian acara tradisional dan kebersamaan warga di depan Kantor BPN Kabupaten Bogor I. (abl)
Editor : Yosep Awaludin