Perlintasan Kereta Api Gaperi Bojonggede Bogor Berbenah, KAI Tingkatkan Fasilitas Keselamatan

Muhammad Ali • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:23 WIB
Pantauan Radar Bogor di perlintasan kereta api Gaperi, di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin, 21 September 2026. (Muhammad Ali/Radar Bogor)
Pantauan Radar Bogor di perlintasan kereta api Gaperi, di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin, 21 September 2026. (Muhammad Ali/Radar Bogor)

RADAR BOGOR - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta tengah meningkatkan aspek keselamatan di perlintasan kereta api Gaperi, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Peningkatan keselamatan itu dilakukan melalui pembangunan pos perlintasan yang dilengkapi peralatan keselamatan, sekaligus penyiapan petugas jaga lintasan (PJL).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan perlintasan kereta api Gaperi saat ini masuk dalam program peningkatan keselamatan KAI.

"KAI dalam proses membangun pos perlintasan beserta peralatan keselamatannya,” ujar Franoto kepada Radar Bogor, Senin, 21 September 2026.

Baca Juga: Usai Bongkar Makam di Gunungsindur Bogor, Polisi Langsung Buru Terduga Pelaku

Perlintasan Gaperi selama ini menjadi salah satu akses yang cukup ramai digunakan masyarakat, tetapi fasilitas keselamatan di lokasi masih tergolong sederhana.

Salah satunya terlihat dari palang pintu perlintasan yang masih menggunakan bambu, penjagaan di lokasi juga sebelumnya dilakukan oleh petugas swadaya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian KAI Daop 1 Jakarta untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api yang melintas di perlintasan sebidang tersebut.

Selain membangun pos perlintasan, KAI juga akan menyiapkan petugas resmi untuk menjaga perlintasan Gaperi.

“Untuk sementara KAI akan menyiapkan petugas untuk menjaga perlintasan tersebut, dikarenakan petugas swadaya yang selama ini membantu di perlintasan tersebut sudah mengundurkan diri,” jelas Franoto

Ia menjelaskan, petugas swadaya tersebut sebelumnya berharap dapat menjadi petugas resmi KAI. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria yang ditetapkan perusahaan sehingga kemudian mengundurkan diri dari tugasnya sebagai petugas swadaya.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa perlintasan kereta api Gaperi ditutup sementara setelah petugas swadaya mengundurkan diri.

Namun, Franoto menegaskan bahwa KAI tidak pernah mengeluarkan informasi terkait penutupan perlintasan tersebut.

“KAI tidak pernah mengeluarkan informasi penutupan, masih berjalan seperti biasanya,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk memastikan perlintasan tetap terjaga, KAI menempatkan petugas sementara di lokasi sambil menunggu petugas yang tengah disiapkan. (Cr1)

Editor : Eka Rahmawati
Gaperi bogor kai perlintasan kereta Bojonggede